Pelatih Malaysia Minta Timnya Abaikan Provokasi Media Indonesia dan Singgung Skuad Muda Garuda

Pelatih timnas Malaysia, Tan Cheng Hoe, mengatakan bahwa para pemain harus mengabaikan provokasi media jelang laga melawan Indonesia.

Pertandingan antara timnas Indonesia vs Malaysia memang selalu menyajikan laga dengan tensi tinggi.

Mengingat kedua kesebelasan memiliki rivalitas sengit sepanjang pertemuannya di kompetisi resmi sepak bola.

Berdasarkan catatan 11 v 11, Indonesia dan Malaysia sudah pernah bertanding sebanyak 96 kali.

Hasilnya, Indonesia berhasil meraih 39 kemenangan, 21 imbang, dan 36 kali kekalahan.

Kini, skuad Garuda akan kembali bersua melawan tim beralias Harimau Malaya di ajang Piala AFF 2020.

Timnas Indonesia akan menghadapi partai “hidup mati” melawan Malaysia di National Stadium pada Minggu (19/12/2021).

Timnas Malaysia dipastikan bermain all out saat melawan Indonesia. Sebab, mereka harus mencuri tiga poin atas Indonesia.

Sementara itu, timnas Indonesia hanya membutuhkan hasil imbang untuk menyegel tiket ke semifinal Piala AFF 2020.

Hal di atas tidak terlepas dari posisi Indonesia di klasemen Grup B Piala AFF.

Saat ini Indonesia menjadi pemuncak klasemen dengan mengumpulkan tujuh angka dari tiga laga yang telah dijalani.

Timnas Indonesia secara berurutan mengungguli Vietnam (7 poin), Malaysia (6 poin), Kamboja (3 poin), dan Laos (0 poin).

Menjelang partai krusial antara Malaysia melawan Indonesia. Pelatih Malaysia, Tan Cheng Hoe, menyuruh anak asuhnya untuk mengabaikan provokasi yang dilancarkan media-media Indonesia.

“Berdasarkan pengalaman melawan Indonesia, akan ada banyak provokasi dari media mereka,” ucap Tan Cheng Hoe, dikutip dari New Straits Times.

“Saya sudah mengingatkan para pemain untuk fokus pada pertandingan karena apa yang terjadi di luar lapangan berada di luar kendali kami,” ujarnya menambahkan.

Selain itu, Tan Cheng Hoe juga mengatakan bahwa timnya harus mewaspadai kekuatan muda yang dimiliki timnas Indonesia.

“Pemain yang dipanggil timnas Indonesia banyak yang berusia muda. Mereka cepat dan sangat termotivasi,” ujarnya.

“Kami harus fokus saat melakukan transisi. Jika kami bisa melakuka itu, bukan tidak mungkin kami bisa mendapatkan hasil positif,” pungkasnya. (kompas)