Suporter PSIS Sampaikan 5 Tuntutan, Termasuk Geser Kursi Imran Nahumarury

Kesabaran suporter PSIS Semarang habis setelah melihat timnya dikalahkan tim dasar klasemen pada laga pamungkas putaran pertama Liga 1 2021.

Pada laga yang dimainkan di Stadion Manahan, Solo, Sabtu (11/12/2021), Laskar Mahesar Jenar takluk 2-1 atas Persipura Jayapura.

PSIS sebenarnnya mampu unggul lebih dulu lewat gol Aqsha Saniskara (42′).

Namun, Persipura bangkit dan mencetak dua gol lewat Yohanes Pahabol (54′) dan Gunansar Mandowen (70′).

Alhasil, PSIS menutup putaran pertama Liga 1 2021 dengan bertengger di peringkat ke-6 dengan 27 poin.

Padal saat seri kedua lalu, mereka bercokol di peringkat keempat.

Sejak Imran Nahumarury ditunjuk lagi menjadi pelatih kepala di seri ketiga, PSIS hanya dua kali menang, dua seri, dan dua kalah.

Akibat rentetan hasil yang kurang memuaskan, suporter PSIS, Panser Biru, secara resmi melayangkan surat tuntutan kepada manajemen klub.

Mereka menuntut evaluasi besar-besaran jelang menatap putaran kedua Liga 1 mendatang.

Panser Biru juga meminta Ian Dirtek PSIS Ian Andrew Gillan ditunjuk lagi menjadi pelatih kepala menggantikan Imran Naumarury.

Kehadiran pemain baru yang berkualitas juga diperlukan untuk mengganti pemain-pemain yang kurang berkontribusi selama putaran pertama.

SURAT TUNTUTAN DARI PANSER BIRU KE MANAJEMEN PSIS SEMARANG

1. Evaluasi keseluruhan tim terutama tim kepelatihan yang di pegang Imran Nahumarury melihat segi fisik dan permainan yang menurun pada babak ke 2 di beberapa pertandingan terkahir.

2. Bursa transfer pada pertengahan musim mendatangkan pemain yang sesuai kebutuhan, minimal Bintang yang bisa membawa perubahan dalam tim PSIS

3. Suporter meminta kejelasan peran Dirtek (direktur teknik) dalam Tim PSIS. Suporter menilai bahwa Coach Ian lebih pantas menjadi pelatih kepala.

4. Kami menuntut pembenahan komunikasi antara jajaran manajemen, pelatih dan pemain untuk terciptanya visi bermain yang lebih baik dan kami meminta jajaran manajemen maupun pelatih untuk melakukan evaluasi total kepada pemain yang kurang berkontribusi untuk tim.

5. Kami (PANSER BIRU) menuntut adanya ruang komunikasi bagi kami dalam pembenahan tim PSIS Semarang karena sejatinya suporter adalah pewaris utama dalam sebuah tim. Kami suporter menginginkan pemain yang bermain dengan hati, bukan sekadar untuk main-main. Jika tuntutan kami ini tidak di penuhi ataupun tidak ada jawaban dari manajamen PSIS, kami akan melakukan Aksi Demo besar besaran.