Nurhidayat Haji Haris Gabung PSIM, Bertekad Cetak Sejarah

PSIM Yogyakarta serius dalam menatap babak delapan besar Liga 2 musim ini. Setelah mendatangkan Iqmal Nur Samsu dari Persijap Jepara dan Jepri Wibowo dari KS Tiga Naga, PSIM kini resmi mendaratkan Nurhidayat Haji Haris dari PSG Pati.

Nurhidayat akan memperkuat Laskar Mataram sampai akhir musim ini. Kedatangannya diharapkan mampu memperkokoh lini belakang PSIM. Posisi Nurhidayat yang bisa ditempatkan di posisi bek kanan dan bek tengah juga diharapkan mampu memberikan opsi lain kepada sang pelatih, Seto Nurdiyantoro.

Selepas resmi diperkenalkan sebagai pemain baru PSIM, Nurhidayat pun tampak sangat bahagia. Ia bahkan menyebut PSIM sebagai salah satu klub paling bersejarah di Indonesia.

“Izinkan saya Nurhidayat Haji Haris menjadi bagian dari salah satu klub paling bersejarah Indonesia, klub yang masih memegang teguh nilai-nilai kebudayaan leluhur, dan klub yang selalu memiliki tempat istimewa di hati para pendukungnya, PSIM Yogyakarta,” kata Nurhidayat di akun Instagram miliknya.

Dalam kesempatan tersebut, Nurhidayat pun meminta doa dan dukungan semua pendukung setia PSIM. Itu dinilai akan penting dalam proses adaptasi di klub barunya tersebut.

“Dengan keredahan dan ketulusan hati, saya memohon dukungan serta doa dari para pendukung, staff, pelatih, dan rekan-rekan se-tim,” lanjutnya.

PSIM Yogyakarta berhasil melaju ke babak delapan besar Liga 2 musim ini. Pada fase tersebut, Benny Wahyudi dan kolega ada di Grup Y. Mereka akan bersaing dengan Dewa United, PSMS Medan dan Sulut United.

Dua tim teratas dari klub tersebut akan lolos ke semifinal. Sementara juara satu, dua dan tiga Liga 2 musim ini berhak promosi ke Liga 1 musim depan.

Menghadapi tantangan berat itu, Nurhidayat tampak percaya diri. Ia bertekad mencetak sejarah di PSIM dengan mengantarkan klub yang identik dengan warna biru itu kembali ke kasta tertinggi sepak bola nasional.

“Perjuangan di depan tidaklah mudah tetapi dengan keyakinan, mari kita catatkan sejarah baru untuk klub yang berusia hampir satu abad ini, PSIM Yogyakarta,” ujarnya.

“Saya sudah tidak sabar menunggu untuk mengenakan seragam kebesaran Biru Mataram di atas lapangan,” tandas eks pemain Bhayangkara FC ini.