Barito Putera Terancam Degradasi dari Liga 1, Suporter Gelar Demo

Putera terancam degradasi dari Liga 1. Suporter yang akrab disebut Barito Mania (Bartman) berencana menggelar demo pada Sabtu (11/12/21).

mencatatkan hasil minor di sepanjang . Tampil dalam 16 laga, Laskar Antasari hanya pernah meraih tiga kali kemenangan dan tiga hasil imbang.

Bahkan, Barito Putera termasuk salah satu tim yang paling sering kebobolan. Hingga pekan ke-16 ini, skuat besutan Djajang Nurdjaman sudah kebobolan 26 gol.

Hal ini pun membuat Barito terjun bebas di papan 2021-22. Tim asal Kalimantan itu berada di peringkat ke-16 dari total 18 tim, alias di zona merah.

Sejumlah upaya sudah dilakukan oleh para suporter yang tergabung dalam komunitas Barito Mania (Bartman), untuk berdiskusi secara terbuka dengan manajemen Barito.

Namun, hingga kini belum ada tanggapan dari selaku CEO klub Barito Putera. Bahkan, tak ada perbaikan yang signifikan untuk mengarungi Liga 1.

Alhasil, suporter pun berencana turun ke jalan untuk menggelar aksi audiensi atau demo di kantor manajemen Barito Putera, Landasan Ulin, Banjarbaru, Sabtu (11/12/21).

“Menyalurkan hasrat yang cukup lama dipendam. Dalam waktu dekat kita suarakan revolusi untuk kebangkitan Laskar Antasari,” tertulis di akun Instagram @baritomania.id.

Salah satu tuntutan suporter Barito Mania adalah untuk merombak manajemen Barito Putera, termasuk tim kepelatihan yang saat ini dipimpin oleh Coach Djajang Nurdjaman.

Bahkan, saat terakhir kali Barito Putera kalah 2-0 dari Kediri, pelatih Djajang Nurdjaman mengaku akan bertanggung jawab dan legawa jika ia harus dipecat.

“Bagaimanapun, sebagai pelatih Barito Putera, saya harus bertanggung jawab,” ungkap Djajang Nurdjaman dalam sesi konferensi pers, Rabu (08/12/21) lalu.

“Saya menunggu keputusan manajemen. Kalaupun hasil evaluasi manajemen saya harus didepak, saya siap,” pungkasnya.

Berita Terkait