Putaran Kedua Liga 1, Vera: Kita Akan Evaluasi Dengan Manajemen Persipura

Putaran pertama kompetisi BRI Liga 1 2021 bakal segera berakhir. Persipura Jayapura, Papua, akan menghadapi PSIS Semarang di laga terakhir putaran pertama pada Sabtu (11/12/21).

Laga itu diyakini akan kembali menyulitkan Persipura, mengingat PSIS sedang di fase terbaiknya.

Walau nantinya kembali kehilangan poin saat melawan PSIS, Persipura masih banyak kesempatan untuk memperbaiki peringkat di papan klasemen pada putaran kedua dengan 17 laga yang akan dilakoni.

Persipura juga punya kesempatan untuk melakukan evaluasi dan membenahi skuad mereka jelang putaran kedua, di mana bursa transfer paruh musim mulai dibuka pada 15 Desember mendatang.

Ada beberapa sektor yang masih menjadi titik lemah Persipura, yang berakibat pada penampilan buruk mereka. Skuad Persipura masih tak stabil sepeninggal dua ikon klub mereka, Boaz Solossa dan Yustinus Pae.

Namun, tiga sektor yang harus cepat dicarikan solusi dan segera dibenahi yakni lini pertahanan, penyuplai bola di lini tengah, dan target man atau penyerang bertipikal pembunuh.

Jika ingin bertahan di Liga 1 musim depan, harus segera ada perubahan pada sektor-sektor tersebut. Terlebih, tim-tim lain juga sudah pasti akan berbenah dan mendatangkan pemain baru di bursa transfer paruh musim.

Persipura harus mengambil risiko dan melepas dua pemain asingnya yang masih tampil di bawah performa terbaik, mereka yakni Yevhen Bokhashvili dan Henrique Motta. Keduanya tak banyak memberikan kontribusi bagi tim.

Yevhen memang baru saja mengakhiri paceklik golnya saat menyelamatkan Persipura dari kekalahan kontra PSS Sleman, berapa hari lalu. Tapi, dari 12 laga yang sudah dilakoni striker asal Ukraina itu, Persipura seringkali menelan kekalahan, bahkan kesulitan mencetak gol.

Sementara Motta, lebih sering berada di meja perawatan karena cedera yang terus berulang. Dan saat ia bermain pun, Persipura tak pernah menang dan rajin kebobolan.

Meski menyadari timnya sudah harus berbenah, pelatih Angel Alfredo Vera masih menanti lampu hijau dari manajemen Persipura.

“Kita akan evaluasi dengan manajemen, mungkin kita akan diskusi lagi dengan manajemen setelah pertandingan terakhir.

Sementara belum ada pemain yang akan bergabung,” kata Vera, baru-baru ini.

Bukan tanpa alasan bagi Persipura untuk tidak melepas Yevhen dan Motta. Melihat statistik Persipura saat ini, dua sektor yang dihuni oleh dua pemain asing tersebut sangatlah buruk. Bahkan menjadi yang terburuk sepanjang sejarah tim Mutiara Hitam di Liga Indonesia. Baru 12 kali menjebol gawang lawan dan sudah 25 kali menelan kebobolan.

Amunisi lokal Persipura di lini depan sebenarnya sudah terbilang cukup mumpuni. Ada Ferinando Pahabol, Elisa Basna, Ricky Kayame plus ditambah top skor sepanjang masa PON, Ricky Cawor.

Alfredo Vera hanya butuh satu pemain tengah cerdas yang bisa menyuplai bola-bola empuk untuk pemain depan, pemain yang bisa berperan seperti Zah Rahan Krangar atau Robertino Pugliara.

Sejarah mencatat, Persipura pernah mendulang kesuksesan karena diperkuat oleh pemain tengah yang mampu memberikan ruang bagi pemain depan. Eduard Ivakdalam, Zah Rahan dan Pugliara, plus pencetak gol ulung, Boaz Solossa.

Terlepas dari itu, satu faktor yang membuat Persipura tampil tak stabil karena skuad mereka saat ini masih terlalu hijau. Sebagian besar pemain masih berusia muda, masih butuh banyak menambah jam terbang.

“Kalau saya lihat mungkin soal fighting spirit dan banyak pemain muda, butuh jam terbang, saat ini Persipura harus fokus dulu lolos dari zona degradasi,” kata mantan bek Persipura, Bio Paulin.