Kemenangan Persija Atas Persikabo, Buah Kejelihan Permainan Long Pass

Pelatih Persija Jakarta, Angelo Alessio, mengakui taktik bermain mengandalkan umpan-umpan panjang atau long pass memiliki sisi positif dan negatif.

Bermain dengan mengandalkan taktik long pass tidak akan manjur kala menghadapi tim-tim yang memiliki pemain belakang dengan postur tinggi.

Hal itu sudah ia baca ketika Persija akan bertanding melawan Persikabo 1973 di Stadion Sultan Agung, Bantul, Jumat (3/12/2021) malam.

Seperti diketahui, di jantung pertahanan Persikabo ada Shumeiko Veniamin yang memiliki postur 191 cm. Dengan postur setinggi itu, due bola atas tentu mudah diantisipasinya.

Setelah Persija gagal mencetak gol pada babak pertama, Angelo Alessio membuat perubahan taktik di ruang ganti. Ia coba menerapkan taktik serangan balik.

Apalagi Persikabo bermain lebih terbuka dan para pemain bertahan tim berjuluk Laskar Padjajaran itu berani naik, meninggalkan posisinya untuk membantu penyerangan.

Bagi Persikabo, bermain secara terbuka jelas membuat mereka tampil lebih menguasai pertandingan. Faktanya penguasaan bolanya adalah 57 persen.

Laskar Padjajaran juga memiliki satu tembakan tepat sasaran dan tujuh tembakan melenceng. Tapi bermain terbuka membuat celah di lini pertahanan semakin terlihat.

Situasi itu yang dimanfaatkan Persija sehingga mampu mencuri satu gol. Kejelian memanfaatkan long pass dalam situasi yang tepat membuat Persija sukses meraih tiga poin.

“Mengenai umpan panjang, terkadang itu baik dilakukan tapi terkadang tidak,” kata Angelo Alessio, dikutip dari laman resmi Persija.

“Lini pertahanan Persikabo diisi pemain-pemain dengan postur yang tinggi, sehingga itu sebenarnya bukanlah hal baik memainkan umpan-umpan panjang.”

“Tapi kami mengubah strategi di babak kedua, ketika kami memenangkan bola, kami harus langsung melakukan serangan balasan karena Persikabo bermain lebih terbuka.”

“Pemain bertahan mereka banyak yang meninggalkan posnya cukup jauh, maka kami mengandalkan umpan-umpan panjang.”

“Seperti gol yang dicetak Rohit (Chand), dia memenangkan bola lalu mencetak gol,” pelatih asal Italia itu menambahkan.

Tambahan tiga poin membuat Persija naik satu peringkat ke posisi 9 klasemen sementara Liga 1 2021-2022, menggeser PSM Makassar yang imbang melawan Persela Lamongan.

Namun demikian, tim berjuluk Macan Kemayoran ini masih terpaut 12 poin dari pemuncak klasemen sementara, Bhayangkara FC, yang mengumpulkan 33 poin dari 15 laga.