Kasus Dokter Gadungan PSS Sleman Dilaporkan ke Komite Medis PSSI

Munculnya kasus dokter gadungan di Sleman menjadi perhatian serius Baru (). Elwizan Aminudin dilaporkan operator ke Komite Medis PSSI.

sudah memastikan Elwizan Aminudin (EA) sebagai dokter palsu. Tak ada dokumen resmi yang bisa membuktikannya bahwa dia adalah seorang dokter.

Kepastian ini didapat setelah tim dokter PT LIB melakukan berbagai penelusuran. Hasilnya, Elwizan Aminudin memang tidak terdaftar dimana-mana sebagai dokter.

“Beberapa waktu lalu saya selaku Wakil Satgas prokes liga, mendapat laporan informal terkait “dr.EA” bahwa yang bersangkutan bukan seorang dokter. Lalu kami satgas prokes liga mencoba cek di website KKI Kolegium Kedokteran /IDI Online, dan ternyata memang tidak terdaftar,” kata Dr Alfan, tim dokter PT LIB dalam rilis resminya.

“Lalu kami cek berdasarkan ijazah-nya di Kampus FK USK (Universitas Syiah Kuala) Banda Aceh secara informal lewat akademik, ternyata juga tidak terdaftar. Diperkuat juga dengan cek bersama rekan-rekan dokter alumni FK USK Banda Aceh ternyata ada kejanggalan pada ijazah “dr.EA”,” lanjut pernyataan Alfan.

Karena sudah terbukti, Elwizan Aminudin kini sudah tak bekerja di PSS lagi. Yang bersangkutan dikabarkan telah mengundurkan diri dari jabatannya.

Amin, sapaannya, sudah melanglang buana di tim medis klub-klub Indonesia sebelum bergabung di PSS. Bahkan ia juga sempat menjadi tim dokter .

“Segera kami laporkan ke komite medik PSSI dr.Syarif Alwi dan Kepala Satgas Bapak dan informal ke . Untuk mendukung kepastian hal tersebut berita yang kami dapatkan kini PSS Sleman membuat surat resmi ke FK USK (Universitas Syiah Kuala) Banda Aceh meminta konfirmasi keabsahan ijazah “dr.EA”,” ucap Alfan.

“Tentang keberadaan “dr.EA” kini pastinya sudah tidak di PSS Sleman. Sebelum merapat ke PSS Sleman “dr.EA” pernah menjadi dokter tim di sejumlah tim liga 1 dan dokter pengganti di PSSI,” ujarnya mengakhiri pernyataan.

Berita Terkait