Atta Halilintar Berdoa agar Tidak Kapok di Sepak Bola Indonesia

Youtuber sekaligus pemilik klub PSG Pati (AHHA PS Pati), Atta Halilintar, berdoa agar ia dan teman-temannya tidak kapok terlibat di sepak bola Indonesia.

Doa tersebut dipanjatkan Atta Halilintar di akun Instagram pribadinya, @attahalilintar, Rabu (1/12/2021), setelah PSG Pati gagal meraih tiket ke babak 8 besar Liga 2 2021.

Atta Halilintar mengaku mendapat pelajaran berharga dari pengalamannya selama tiga bulan ikut berkecimpung di kompetisi kasta kedua sepak bola Indonesia.

Menurut Atta Halilintar, tidak mudah menjalankan sebuah tim sepak bola. Ia tidak ingin perjalanan PSG Pati dibandingkan dengan tim-tim lain yang lebih sukses.

Seperti diketahui, sebelum Liga 2 2021 digulirkan, ada empat kontestan yang ramai menjadi pemberitaan media yaitu Persis Solo, Rans Cilegon FC, Dewa United FC, dan PSG Pati.

Empat tim tersebut mendapat sorotan karena telah diakuisisi oleh selebritas-selebritas muda di Indonesia. Kini, hanya PSG Pati yang gagal melaju ke babak 8 besar Liga 2 2021.

“Semua akan ada waktunya. Jangan membandingkan perjalanan kami dengan orang lain. Tidak ada perbandingan antara matahari dan bulan. Mereka akan bersinar pada waktunya,” tulis Atta Halilintar.

Dalam perjalanannya, dapat dilihat bahwa tim yang dimiliki Atta Halilintar memang mendapat banyak ujian. Performa PSG Pati di awal kompetisi begitu berbeda dengan uji coba pramusim.

Hasil buruk yang diterima PSG Pati dalam dua pertandingan awal membuat pelatih Ibnu Grahan dan manajer Doni Setiabudi mengundurkan diri dari tim.

Ujian selanjutnya bagi PSG Pati ialah sanksi-sanksi yang dijatuhkan Komisi Disiplin PSSI, baik berupa denda, larangan bermain bagi pemainnya, hingga pengurangan poin.

Sejauh ini, tim berjuluk Java Army menjadi satu-satunya tim yang mendapat sanksi pengurangan tiga poin dari Komdis PSSI.

Sanksi tersebut ditatuhkan karena memainkan pemain “ilegal” dalam laga menghadapi Persis Solo.

Pemain yang dimaksud ialah I Gede Sukadana yang diturunkan pelatih Joko Susilo, padahal seharusnya masih menjalani skorsing.

Peristiwa-peristiwa tersebut kini menjadi pelajaran bagi Atta Halilintar untuk menjalankan klub yang dikelolanya untuk menatap musim depan.

Ia mengaku bangga dengan keberaniannya bersama teman-temannya untuk ikut terjun mengelola klub di Liga Indonesia.

Pun berharap tidak gampang kapok dalam upaya ikut memajukan sepak bola Indonesia. Serta menyiapkan diri untuk menyambut musim depan dengan tim dan logo baru AHHA PS Pati.

“Ujian-ujian muncul dari pengurangan poin sampai banyak pemain kami yang kena sanksi panjang, bahkan ada hukuman yang sampai enam bulan,” tulis Atta Halilintar.

“Kami berdoa agar tidak kapok di sepak bola Indonesia dan masih punya semangat untuk berlayar,” ia menambahkan.