Shin Tae-yong Tak Panggil Spasojevic ke Timnas karena…

Ketajaman Ilija Spasojevic tak membuat memanggilnya ke Piala 2020. Ia kalah dengan kombinasi 4 striker yang baru mencetak lima gol.

Shin Tae-yong lebih memilih , Kushedya Yudo, Hanis Saghara, dan Ezra Walian untuk mengisi lini depan Timnas . Kombinasi keempatnya dalam urusan mencetak gol di BRI Liga 1 2021 kalah jauh dari Spaso.

Kushedya baru mencetak dua gol, sementara Dedik, Hanis, dan Ezra masing-masing baru mencetak satu gol. Kombinasi keempatnya cuma punya lima gol di Liga 1.

Sementara Spaso saat ini memuncaki daftar top skor kompetisi. Penyerang itu sudah menceploskan bola ke jala lawan sebanyak 12 kali.

Ketidakcocokan gaya bermain disinyalir menjadi alasan Shin Tae-yong tak melirik Ilija Spasojevic. Pelatih asal Korea Selatan itu sempat memanggil eks Bhayangkara FC tersebut ke pada Pemusatan Latihan (TC) Bulan Mei lalu.

“Memang, Ilija Spasojevic sempat saya panggil untuk beberapa kali pemusatan latihan Timnas Indonesia. Saat ini, performanya di BRI Liga 1 cukup baik,” kata Shin Tae-yong kepada wartawan pada awal Oktober lalu.

“Dia juga menjadi top scorer sementara BRI Liga 1. Namun, pergerakan yang saya inginkan dengan gaya permainan dia itu berbeda. Dia juga sudah berumur. Saya mengakui kemampuan Ilija Spasojevic,” ucapnya.

Saat itu Spaso menjadi salah satu pemain yang disiapkan untuk Kualifikasi 2022. Tapi penyerang gaek tersebut tak menembus skuad final yang bertanding di (UEA).

Adapun para pemain depan yang terpilih saat itu adalah Osvaldo Haay, Kushedya, M Rafli, Saddam Emiruddin, dan Braif Fatari. Setelahnya lini depan terus mengalami perubahan.

Pemain muda Persija lainnya yakni adalah salah satu pemain yang sempat ia lirik karena cederanya Saddam Emiruddin. Setelahnya muncul lagi sosok baru yakni Hanis Saghara, Ramai Rumakiek, hingga Dedik Setiawan.

Tiga nama di atas adalah pemain yang masih dipertahankan selain Kushedya. Plus Ezra Walian yang masalah administrasinya dengan FIFA sudah beres kini juga menjadi andalan Shin Tae-yong.

Tapi ada kesamaan kriteria dari penyerang-penyerang yang cenderung dipertahankan Shin Tae-yong. Yakni pemain depan yang bisa bergerak lihai, bukan penyerang yang mengandalkan service rekan-rekannya.

Dedik atau Kushedya adalah contoh pemain-pemain yang lihai memainkan dan menguasai bola. Soal ini, Kushedya paling menonjol karena sebelumnya ia adalah seorang pemain sayap.

Ilija Spasosevic sendiri adalah tipe striker target-man. Banyak gol-gol tap-in yang lahir dari operan atau umpan rekannya yang berhasil ia manfaatkan dengan baik.

Berita Terkait