Masih Angin-anginan, Penampilan Persik di BRI Liga 1 Bikin Suporter Sport Jantung

Permainan di BRI Liga 1 2021-2022 tak bisa diduga. Dany Saputra dkk. tampil angin-anginan. Terkadang bagus, tapi kerap kali malah mengecewakan .

Kinerja bak yo-yo ini membuat pencinta Macan Putih seolah merasakan sport jantung. Ketika para pendukung setia menerka bakal meraih poin atas tim lemah yang notabene sebagai pesaing di papan bawah, ternyata tim idola mereka keok.

Bukti sahihnya, Persik gagal menjauhkan diri dari zona degradasi. Kemenangan di depan mata atas , yang berada di zona degradasi, tiba-tiba sirna.

Saat meladeni dan Madura pada derby Jatim, Persik yang seharusnya membekuk keduanya sebagai rival papan medioker malah bertekuk lutut.

Pekerjaan rumah ini yang harus diselesaikan pelatih anyar Javier Roca. Di atas kertas, sejatinya Persikmania pesimistis juara Liga 1 2019 ini bisa mencuri poin dari Persebaya, tapi Persik mampu bermain imbang.

“Konsistensi masih jadi kelemahan Persik Kediri. Jika ingin lepas dari degradasi, kami harus sering menang. Terutama dengan sesama tim papan bawah,” kata Javier Roca.

Macan Putih masih menyisakan tiga laga pada seri ketiga BRI Liga 1. Dua di antaranya mereka menantang tim papan atas yakni Persita dan Persib. Satu sisanya, Persik melawan Barito Putera yang berada di papan bawah.

Jika arsitek asal Cile itu ingin dapat simpati publik dan lebih lama menukangi Persik, minimal dia harus mampu meraih lima poin. Seperti prestasi yang diraih dua pendahulu Javier Roca yakni Joko Susilo dan karetaker Alfiat.

Target paling realistis, Persik harus bisa merebut poin dari tangan Persita dan Barito Putera. Grafik Pendekar Cisadane memang luar biasa. Namun faktor gengsi sebagai sesama tim promosi , seharusnya ambisi Persik lebih besar guna menundukkan Persita.

Pertemuan Persik Kediri kontra Persita ini bakal jadi ulangan Final Liga 2 2019. Saat itu Persik yang ditukangi Budihardjo Thalib melindas Persita yang dibesut Widodo C. Putro.

Berita Terkait