Sempat Bersinar, Apakah Irfan Bachdim Sudah Habis di Persis Solo

Irfan Bachdim memang sosok yang spesial. Ia merupakan keluaran akademi Ajax dan FC Utrech. Di awal karirnya, ia juga sempat memperkuat Persema Malang yang ketika itu berlaga di divisi teratas Liga Indonesia.

Namun, karena berbagai alasan dan intrik sepakbola Indonesia, Irfan akhirnya pindah ke Liga Thailand. Semusim bersama Chonburi, Irfan kemudian ke Consadole Sapporo, klub liga dua Jepang, J2.

Satu musim bersama Sapporo, Irfan kemudian kembali bermain di Liga Indonesia pada musim 2017-2018 bersama Bali United. Setelah menjalani masa hijrah ini lah permainan Irfan mengalami banyak peningkatan. Terutama di sisi taktikal dan fisik.

Namun kini, Irfan Bachdim justru mulai kehilangan tajinya. Bahkan di musim ini 2021/22 ini, Bachdim hanya mencetak 2 gol dari total 8 laga bersama PSS Sleman di Piala Menpora dan juga BRI Liga 1. Ini beberapa alasan kenapa penampilan Irfan mulai menurun.

Alasan pertama karena sering cedera

Mungkin tidak banyak orang yang menyadari, jika sebenarnya di Liga 1 musim ini Bachdim hanya memainkan 4 laga saja bersama PSS Sleman. Jumlah tersebut tentu tergolong sedikit, sebab PSS Sleman sendiri telah memainkan hingga 10 pertandingan di Liga 1 musim 2021/22.

Dari total 10 pertandingan yang seharusnya Bachdim mainkan bersama PSS Sleman, dirinya telah melewatkan sebanyak 5 laga lantaran masalah cedera, salah satunya cedera hamstring.

Perlu diketahui juga, Bachdim juga tercatat telah absen di 4 laga Piala Menpora beberapa waktu lalu akibat masalah cedera. Karena itulah, performa yang ditorehkan Bachdim pun kian merosot.

Kedua, riwayat cedera

Bahkan, riwayat cedera berdasarkan data yang dihimpun dari transfermarkt, Bachdim tercatat pernah menderita 2 cedera parah selama membela klubnya. Pertama saat dia mengalami cedera engkel dan selanjutnya saat cedera hamstring.

Naasnya lagi lagi, di musim tahun 2016 Bachdim harus meringik kesakitan karena menderita cedera patah fibula, hingga harus absen selama 2 bulan lamanya. Akibat cedera parahnya itu, Irfan Bachdim kemudian terpaksa absen di Piala AFF tahun 2016.

Ketiga, rekan setim

Pada tahun 2017 lalu, saat Irfan Bachdim masih berduet dengan Comvalius di Bali United, ia memiliki catatan gol yang lebih banyak ketimbang torehannya di 2 musim selanjutnya (musim 2018 dan 2019).

Pada musim tersebut, Bachdim mampu menorehkan 9 gol 9 assist dari 30 laga bersama Bali United. Sementara di 2 musim selanjutnya, Irfan yang bermain tanpa Comvalius hanya menceploskan 4 gol dari total 48 pertandingan yang ia mainkan.

Dengan alasan itu, tampaknya dapat disimpulkan bila Bachdim juga memerlukan rekan duet yang pas dengannya. Hal ini demi memperbesar kontribusi Bachdim pada klub yang ia bela.

Karena beberapa hal itu, Bachdim dianggap sudah mulai habis bensin. Performa Bachdim pun belum kembali pada kondisi prima hingga saat ini. [dan/tur/beritajatim.com]