Direktur Utama Tegaskan PSS Sleman Tak Akan Dipolitisasi

Perubahan di jajaran manajemen banyak menghadirkan tokoh pejabat dan politisi di tubuh Sleman.

Posisi Dewan Pembina, Dewan Penasihat, Penasihat Tim, dan Manajer Tim PT PSS mengalami perubahan.

Komjen. Pol. Dr. Drs Boy Rafli Amar, M.H menempati posisi Ketua Dewan Pembina PT PSS.

Sementara Dewan Penasihat terdiri dari (Bupati Sleman), Danang Maharsa (Wakil Bupati Sleman), Dwi Retno Sukmawati (mantan manajer PSS), Sismantoro (mantan manajer PSS), dan Yazid (tokoh sepak bola).

Mantan Direktur Operasional dan Marketing PT PSS, Antonius Rumadi, menempati posisi Penasihat Tim.

Satu nama lain, Bambang Mariano, menjadi Manajer Tim menggantikan peran yang pindah ke .

Direktur Utama PT PSS, Andywardhana Putra, menyambut gembira pergantian pengurus PSS Sleman.

“Dengan adanya tambahan anggota keluarga baru di keluarga besar Elang Jawa, kami juga mau pengelolaan klub lebih transparan dan berharap kami bisa memajukan klub ini bersama-sama,” tutur Andywardhana dilansir dari laman resmi PSS.

“Juga akan menjadi alat kontrol yang lebih baik bagi para stakeholder,” ucap Andywardhana.

Andy berterima kasih kepada tokoh-tokoh yang mengisi posisi Ketua Dewan Pembina dan Manajer Tim.

“Pak Boy mau meluangkan waktu dan tergerak berpartisipasi memajukan PSS Sleman adalah sesuatu yang menggembirakan. Diharapkan adanya beliau dapat menggerakkan roda organisasi lebih dinamis,” kata Andywardhana.

“Tentang Pak Bambang Mariano, mungkin banyak yang belum mengenal beliau. Tapi saya tahu pasti, Pak Bambang itu seorang pengusaha yang aktif di berbagai komunitas.”

“Selain itu, ia adalah pecinta sepakbola yang sangat fanatik. Semua itu akan membawa dampak positif bagi tim, apalagi ia akan memberikan waktu sepenuhnya untuk PSS,” Andywardhana melanjutkan.

Sorotan didapatkan PT PSS karena nama-nama yang mengisi jajaran Dewan Penasihat kental nuansa politik.

Namun demikian, Andy menekankan PT PSS tak akan menjadi alat politik untuk tujuan tertentu.

“Namun perlu saya tegaskan, PSS Sleman tidak akan menjadi kendaraan politik bagi siapa pun. Banyak ketakutan akan hal itu, sesuatu yang wajar karena kecintaan terhadap PSS. Sekali lagi, itu tak perlu ditakutkan, PSS Sleman tak akan jadi kendaraan politik,” kata Andywardhana.

“Kami ingin pada saat membutuhkan, perlu nasihat-nasihat dari beliau-beliau yang cukup berpengalaman seperti Pak Sismantoro, Bu Retno dan Pak Yazid. Tak perlu diragukan lagi kemampuan dan pengalaman mereka.”

“Jadi jangan khawatir, PSS tidak akan jadi kendaraan politik bagi siapa pun,” tutur Andy.

Berita Terkait