Striker Laos: Tak Mudah Menjadi Tim ‘Underdog’

Striker klub Ligue 2 Prancis USL Dunkerque, Billy Ketkeophomphone, menilai tidak mudah bagi Laos untuk menjalani pertandingan di dengan status tim underdog.

Sejak digelar pertama kali pada 1996, Laos selalu dianggap sebagai tim yang menjadi bulan-bulanan negara kuat sepakbola di kawasan Asia Tenggara, seperti , Thailand, , dan .

Hal itu dirasakan Ketkeophomphone selama menjalani karirnya di Prancis, terutama kala memperkuat Angers di Ligue 1. Namun hal itu tidak menyurutkan motivasi pemain 31 tahun ini.

Pada Piala kali ini, Laos tergabung di Grup B bersama juara bertahan Vietnam, Malaysia, Indonesia, dan Kamboja. Tiga tim pertama menjadi favorit untuk lolos ke semi-final.

“Sangat sulit bermain sebagai sebuah tim underdog. Tapi Anda tidak perlu banyak bertanya kepada diri sendiri, cukup bermain sepakbola saja. Bermain dengan hati dan kegembiraan,” ujar Ketkeophomphone dikutip akun Facebook resmi federasi sepakbola Laos (LaoFF).

“Momen terfavorit saya adalah saat bermain bersama Angers SCO di Ligue 1. Sungguh luar bisa bermain di stadion besar, dan menghadapi sejumlah pemain hebat, seperti [Zlatan] Ibrahimovic, Thiago Silva, dan banyak lainnya.”

Laos datang ke Singapura dengan sebagian besar pemain berusia muda. Mereka meyakini pasukan muda ini dapat memetik hasilnya di masa mendatang untuk menjadi kekuatan baru di kawasan . Ketkeophomphone mengatakan, ia akan turut membantu para pemain muda ini bersinar.

“Saya berharap bisa membantu negara ini makin berkembang. Saya akan menularkan pengalaman bermain di sepakbola Eropa kepada pemain muda, dan berharap suatu hari nanti ada pemain Laos bermain di Eropa, kenapa tidak? Gairah sepakbola dan talenta sudah ada di sini,” tutur Ketkeophomphone.

“Ini menjadi kebanggaan tersendiri setelah menanti selama bertahun-tahun untuk mendapatkan paspor Laos. Saya sudah tidak sabar bergabung dengan , dan membantu Laos.”

“Kebugaraan saya sangat bagus. Saya telah berlatih selama berbulan-bulan dengan klub saya. Karena itu, saya sudah siap dan kompetitif di pertandingan nanti. Mungkin saya perlu sedikit waktu untuk beradaptasi dengan rekan-rekan satu tim, cuaca. Tapi saya yakin bisa berjalan dengan baik, karena bahasa sepakbola tidak berbeda.”

Berita Terkait