Sang Putra Disanksi 1 Tahun Larangan Bermain karena Tendang Wasit, Jacksen F. Tiago Patah Hati

tak mampu menyembunyikan kekecewaannya terhadap perilaku sang putra, Hugo Samir, karena mendenang saat bertanding. Perasaan Jacksen hancur melihat tindakan tidak terpuji putranya itu.

Hugo Samir melakukan tindakan tidak terpuji karena tidak puas dengan keputusan wasit yang memimpin duel melawan U-18. Hugo Samir tak mampu menahan emosi sehingga menendang wasit.

Akibat tindakan tersebut, Hugo Samir mendapatkan sanksi berat dari Komite Disiplin . Hugo Samir dilarang bermain dan berkativitas di sepak bola Indonesia selama 12 bulan plus denda Rp5 juta.

Jacksen F. Tiago merasa malu dengan tindakan yang dilakukan Hugo Samir. Menurut Jacksen, dirinya tidak pernah mengajari anaknya itu tindakan tidak terpuji dilapangan.

“Sebagai orang tua sudah jelas kami malu dengan perbuatan anak kami. Begitu saya melihat video keributan itu, perasaanku seperti ada yang tusuk sebuah pisau dalam jantungku,” kata Jacksen F. Tiago kepada wartawan.

Usai kejadian itu, Jacksen F. Tiago mengaku langsung mencari nomor wasit yang menjadi korban dari Hugo Samir. Jacksen menelepon sekaligus meminta maaf kepada sang wasit yang diketahui bernama Agus itu.

“Sebagai orang tua saya langsung mencari nomor telpon wasitnya, Mas Agus dan minta maaf karena perbuatan itu bukan sebuah contoh yang dia dapat dalam rumah kami. Kehidupanku sangat luar biasa keras sejak kecil, jadi kami berusaha mendidik anak kami dengan nilai respek dan cinta,” ucap Jacksen F. Tiago.

Jacksen F. Tiago mengaku menerima sanksi berat yang sudah diputuskan PSSI untuk Hugo Samir. Menurut Jacksen, sanksi ini bisa menjadi pembelajaran buat anaknya agar lebih berhati-hati dalam melakukan segalanya di dalam dan luar lapangan.

“Mengenai beratnya hukuman atau tidak, saya cuma bisa sampaikan ada perbuatan baru ada hukuman,” tegas Jacksen.

Sanksi ini membuat Hugo Samir baru bisa bermain kembali pada November 2022. Hugo Samir yang kini berusia 16 tahun bisa menjadikan sanksi tersebut sebagai pembelajaran agar lebih memiliki mental saat bermain.

Tak hanya Hugo Samir, nasib serupa juga dialami rekan setimnya di U-18, Dzakwan Husam Sulaiman. Sang pemain juga mendapatkan sanksi yang sama dengan Hugo Samir akan jenis pelanggaran yang serupa.

Dzakwan Husam Sulaiman mendapatkan sanksi larangan bermain dan memasuki lapangan selama 12 bulan plus denda Rp5 juta. Selain itu, kitman Bhayangkara FC, Muji, juga mendapatkan sanksi serupa karena perilakunya dalam laga melawan Surabaya U-18.

Muji didakwa melakukan pemulukan terhadap perangkat pertandingan. Muji arangan bermain dan memasuki lapangan selama 12 bulan plus denda Rp5 juta.

Adapun tiga pemain Bhayangkara FC U-18 lainnya yakni Dodi Irawan, Garda Noreisca Antasena Arra’d, dan Moch. Chois Attoillah mendapatkan sanksi yang lebih ringan.

Ketiganya mendapatkan sanksi larangan bermain 1 pertandingan dan denda Rp5 juta akibat melakukan intimidasi atau ancaman terhadap perangkat pertandingan.

Berita Terkait