Manajemen Sriwijaya FC Desak PT LIB Segera Tentukan Jadwal dan Tempat Laga Delapan Besar Liga 2

Masih belum dikeluarkannya jadwal waktu dan tempat pelaksanaan gelaran babak delapan besar Liga 2 2021 membuat tim yang lolos masih bingung menentukan program rencananya.

“Harapan kita ya paling tidak jadwal itu kan dapat segera keluar. Jadi persiapan tim ini bisa menentukan program sampai Desember pertengahan ini,” ungkap Sekretaris PT SOM (Sriwijaya Optimis Mandiri) Faisal Mursyid SH Dt Talangik selaku pengelola klub Sriwijaya FC kepada Sripoku.com, Sabtu (27/11/2021).

Memang saat ini tim yang sudah memastikan melaju ke babak delapan besar setidaknya baru empat tim yakni akan mengisi grup X ada Sriwijaya FC (juara grup A) , Persis Solo (juara grup C).

Di grup Y ada Martapura Dewa United (juara grup B) dan PSMS Medan (runner-up grup A).

Tim lainnya babak penyisihannya masih ada persaingan ketat poinnya.

Seperti dari grup B perebutan runner-up yang bermain di Stadion Madya Jakarta antara RANS Cilegon dan Persekat untuk bisa lolos masuk grup X di delapan besar.

Begitu juga satu slot lainnya dari Grup C bermain di Stadion Manahan Solo masih akan diperebutkan oleh PSIM Yogyakarta, PSCS Cilacap, dan Persijap Jepara memperebutkan runner-up.

Di grup D yang bermain di Stadion Batakan, Balikpapan, keenam kontestan sama-sama berpeluang untuk lolos ke babak delapan besar.

Namun, kesempatan lebih besar dimiliki tiga tim teratas yakni Kalteng Putra, Sulut United, dan Persiba Balikpapan.

Sekretaris PT SOM (Sriwijaya Optimis Mandiri) Faisal Mursyid SH Dt Talangik selaku pengelola klub Sriwijaya FC mengatakan hingga saat ini jadwal delapan besar baru sebatas informasi kemungkinan besar diumumkan setelah tanggal 30 November setelah pertandingan terakhir babak penyisihan grup.

“Kemungkinan dilaksanakan di area Jabodetabek. Kemungkinan informasi surat dari Liga kita terima setelah pertandingan terakhir putaran babak penyisihan. Suratnya belum kita terima, mungkin setelah tanggal itu,” kata Faisal yang juga menjabat Ketua Komite Umum dan Organisasi/ Sekretaris Tim Teknis Asprov PSSI Sumsel.

Menurutnya, babak delapan besar itu kemungkinan digulirkan pada pertengahan Desember dan selesai di akhir bulan Desember 2021 ini juga.

“Kemungkinan jeda waktu dari babak penyisihan ke delapan besar kurang lebih dua minggu. Yang jelas itu targetnya di bulan Desember itu sudah selesai Liga 2,” kata Faisal alumni FH UMP Palembang.

Pria berdarah Minang kelahiran Palembang, 6 Juli 1966 mengatakan orientasi saat ini kemungkinan tim langsung akan langsung meluncur ke Jabodetabek setelah babak penyisihan selesai.

“Apakah itu di Jakarta atau di mana di area Jabodetabek. Kalau pelaksanaan ini kan netral kita ini kan, netral juga tanpa penonton. Kalau netral di tempat anu tapi ada penonton itu bukan anu. Ya kita harapkan di tempat netral yang posisinya mudah dicapai semua tim,” terang Faisal Mursyid SH.

Manajer Tim Sriwijaya FC Hendriansyah ST MSi sebelumnya telah menyusun rencana pasca laga terakhir babak penyisihan menghadapi PSMS Medan di Stadion Kaharuddin Nasution Pekanbaru, Selasa (30/11/2021) pukul 18.15, Dedi Hartono dkk bakal langsung ke Jakarta.

“Jedah setelah laga terkahir lawan PSMS tanggal 30 November sampai tanggal 9 Desember kita akan persiapan putaran babak delapan besar. Ke depan mungkin pemain ini tidak lagi balik ke Palembang, homebase karena terlalu capek dan terlalu mepet dari Pekanbaru,” ungkap Hendriansyah ST MSi kepada Sripoku.com.

Jika nanti tuan rumahnya di Jabodetabek, Jakarta dan sekitarnya, Hendriansyah ST MSi yang juga menjabat Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Sumatera Selatan memohon support, doa, dari seluruh suporter SFC seluruh warga Sumsel akan diberikan keselamatan saat kami melakukan perjalanan dari Pekanbaru ke Jakarta.

“Kemudian mohon doanya di delapan besar nanti kami bisa menyuguhkan permainan terbaik SFC karena kami yakin di pertandingan tidak ada penonton ini hanya doa saja yang sampai kepada kami di lapangan,” ujar Hendriansyah yang juga menjabat Direktur Marketing PT SOM (Sriwijaya Optimis Mandiri) selaku pengelola klub Sriwijaya FC

Menurutnya, doa-doa dari suporter tetap sangat diharapkan dari seluruh masyarakat Sumsel dan yang paling penting jaga kondusivitas Sriwijaya FC secara keseluruhan.

“Suporter ini bagus kalau saya melihat memberikan motivasi, memberikan semangat. Mudah-mudahan kami yang ada di lapangan. Teman-teman yang sedang bermain itu tidak terpengaruh secara mental,” kata Hendri yang mantan Kapten Tim yang juga striker tim dusun dan tim sepakbola Fakultas Teknik Unsri.

Pria kelahiran Arahan (Lahat), 15 Desember 1972 yang mengidolakan Legendaris Argentina, Diego Maradona, berharap suporter paham apa yang ia maksudkan.

“Artinya walaupun kita tidak bersorak, berteriak langsung memberikan support di lapangan, tetapi dengan doa, dengan kondusivitas, dengan tulisan terbaik yang diberikan di media sosial. Itu dibaca oleh teman-teman pemain,” kata mantan Kadis Pekerjaan Umum Kabupaten Muratara.

Alumni Fakultas Teknik Pertambangan Universitas Sriwijaya ini berharap tulisan-tulisan itu tulisan produktif yang membuat Sriwijaya FC makin percaya diri.

“Kemudian mereka bekerja keras, untuk mewujudkan keinginan dari seluruh masyarakat Sumsel agar Sriwijaya FC bermain di liga 1 lagi,” ujarnya.