Sikut Dibalas Tamparan Tapi Cuma Satu Kartu Merah, Paul Munster: Saya Malu Lihat Wasit Indonesia

Paul Munster naik pitam dengan keputusan cuma mengkartu merah pemain Bhayangkara FC.

Pelatih Bhayangkara FC, Paul Munster, sedang naik pitam dengan kepemimpinan wasit di laga terbaru 2021/22.

Bhayangkara FC baru saja tertahan Semarang dengan skor 0-0 dalam laga panas di pekan ke-13 Liga 1 2021/22, Jumat (26/11/2021).

Bhayangkara FC harus mengakhiri pertandingan dengan sepuluh pemain setelah kartu merah Lee Yu Jun pada menit ke-77.

Pada momen itu, Lee Yu Jun diusir wasit Aprisman Aranda karena menampar gelandang PSIS Semarang, .

Lee Yu Jun tampak emosi lantaran Finky Pasamba mencoba merebut bola dengan memainkan sikutnya hingga mengenai leher.

Duel Finky Pasamba dan Lee Yu Jun itu tepat terjadi di depan area teknik Paul Munster.

Wasit yang datang dari kejauhan lantas mengeluarkan kartu merah untuk Lee, diikuti kartu kuning untuk Finky.

Usai laga, Paul Munster mengaku malu melihat kualitas .

Pada laga tadi malam, Bhayangkara FC juga tak bisa diperkuat Ezechial N’Douassel yang menjalani hukuman tambahan kartu merah.

“Walaupun saya bukan orang saya malu dengan kepemimpinan perangkat pertandingan,” ujar Munster (26/11/2021).

“Dalam 2,5 tahun di liga Indonesia itu hal yang sama, tidak ada tindakan yang jelas agar perangkat pertandingan melakukan kerja bagus,” tandasnya.

Menurut pelatih asal Irlandia Utara itu, insiden Finky dan Lee di atas pantas berbuah kartu merah untuk dua pemain.

“Banyak hal janggal dalam beberapa pertandingan terakhir yang merugikankami, termasuk dalam pertandingan tadi di mana pemain PSIS memukul Lee duluan,” tuturnya.

“Memang ada sedikit reaksi dari Lee, tapi jika itu kartu merah, harusnya dua-duanya dapat kartu merah,” tukasnya.

Bhayangkara FC kini terancam terdepak dari puncak klasemen lantaran cuma mengantongi dua poin dalam tiga laga terakhir.

The Guardian kini memiliki 30 poin, hanya berjarak dua poin dari , serta empat poin dari FC.

Berita Terkait