Pelatih Arema FC Putar Otak Hadapi Persib Bandung Tanpa Enam Pemain

Pelatih Arema FC Eduardo Almeida harus memutar otak untuk mengatasi absennya enam pemain saat menghadapi Persib Bandung pada akhir pekan ini dalam pertandingan pekan ke-14 Liga 1 2021/22.

Sebelumnya Arema tidak diperkuat Kushedya Hari Yudo dan Dedik Setiawan yang bergabung ke timnas Indonesia. Kali ini, mereka harus kehilangan Hanif Sjahbandi dan Diego Michiels akibat akumulasi kartu kuning.

Faktor cedera pun turut menggerusi kekuatan Arema. Dua winger, Feby Eka Putra dan Hamzah Titofani mempunyai peluang tipis untuk dimainkan pada laga yang berlangsung di Stadion Maguwoharjo, Sleman, tersebut.

“Kedua pemain sama-sama cedera ankle. Feby perlu sepuluh sampai 14 hari untuk pemulihan, sedangkan Tito lima sampai 10 hari. Kemungkinan besar absen lawan Persib,” jelas dokter tim Nanang Tri Wahyudi dikutip laman Wearemania.

Situasi ini tentunya membuat Almeida harus memutar otak untuk menentukan komposisi pemain. Apalagi Tito merupakan pengganti Feby Eka di posisi sayap, sehingga mereka mengalami krisis pemain di sektor itu.

“Apapun yang terjadi, kami akan tetap fokus mempersiapkan pertandingan melawan Persib. Kami masih memiliki pemain yang siap untuk diturunkan, dan kami berharap pemain yang saat ini masih cedera segera membaik. Kalaupun tidak, saya akan tetap menyiapkan rencana,” tutur Almeida.

Pertandingan nanti menjadi kesempatan bagi Arema untuk menggusur Persib dari peringkat dua klasemen sementara. Saat ini Singo Edan tertinggal dua angka dari Maung Bandung.

Duel Arema dan Persib diperkirakan berlangsung sengit, mengingat mereka merupakan dua tim yang baru menelan satu kekalahan. Kendati demikian, gelandang Muhammad Rafli tidak ingin terlena dengan torehan positif ini.

“Rahasianya tidak ada, kami tetap belajar saja, tiap latihan tiap pertandingan selalu menunjukkan yang terbaik. Usaha tak akan mengkhianati hasil,” kata Rafli.

Rafli mengatakan, tekanan untuk menjadi juara pada musim ini sangat tinggi. Namun pemain berusia 24 tahun itu memilih menatap setiap pertandingan, dan tidak ingin berpikir lebih jauh.

“Target juara pasti ada, normal sebagai pemain. Setiap tim yang berkompetisi pasti ingin juara. Tapi, kami tidak usah terlalu jauh dulu memikirkannya. Lebih baik kami step by step, fokus game per game, fokus memenangkan tiap pertandingan,” beber Rafli.