Ketum PSSI: Kenapa Mata Najwa Jadikan Bambang Suryo Narasumber?

Ketua Umum Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan menyebut Bambang Suryo sebagai orang bermasalah. Statusnya sebagai orang terhukum di sepakbola dinilai tak pantas menjadi pembicara pemberantasan mafia.

Bambang Suryo dicitrakan sebagai orang yang sudah bertobat dari dunia pengaturan skor. Ia kerap menjadi narasumber dari program dalam berbagai edisi ‘PSSI Bisa Apa’?

Mantan Manajer Persekam itu divonis hukuman larangan beraktivitas di dunia sepakbola seumur hidup pada Desember lalu. Bambang Suryo baru-baru ini diduga melakukan pengaturan skor lagi di Liga 3 Zona Jawa Timur 2021. Asprov pun melaporkan Bambang Suryo bersama tiga terduga pelaku pengaturan skor lainnya ke Polda Jatim, Senin (22/11/2021).

“Dia ini kan dalam urusan dulu dihukum seumur hidup. Kenapa Mata Najwa mau pakai dia jadi narsum? Harus bisa dihukum yang setimpal. Kepolisian itu menyelidiki dulu baru kalau ada indikasi akan ada penyidikan,” kata Mochamad Iriawan saat memberikan keterangan pers, Selasa (23/11).

“Saya meminta kejaksaan dan hakim menjatuhkan hukuman berat. Bener Pak Riyadh (Ahmad Riyadh, Ketua Komite PSSI), BS (Bambang Suryo) berlindung di Mata Najwa. sekarang terbukti. Saya tidak takut menghadapi siapa juga. Kalau ada terlibat, jangan main-main. Saya akan dorong ke polisi supaya diungkap tuntas,” ujarnya menambahkan.

Berdasarkan laporan Asprov Jatim, Bambang Suryo melakukan upaya penyuapan. Ia dan tiga orang lainnya melakukan percobaan suap di pertandingan NZR Sumbersari lawan Gresik Putra pada 12 November lalu. Iming-imingnya adalah uang sejumlah Rp 70 juta hingga Rp100 juta agar Gresik Putra mengalah kepada NZR Sumbersari. Tindakan yang dilakukan Yopi itu untuk keperluan taruhan judi bola online.

“BS terlibat lagi namanya. Dia sering dijadikan narasumber di Mata Najwa. Dia orang bermasalah, orang yang dihukum. Ternyata berbuat lagi di Jawa Timur. Bertemu di kafe, setelah dicek nomornya dan fotonya betul (milik BS),” tutur Iriawan.

“Menurut keterangan Asprov Jatim. Nanti polri yang akan menjelaskan. Kami apresiasi kepada Jatim bisa mengungkap ini dan menyerahkan ke Polda. Semua yang terlibat termasuk pihak media dan tv harus menjadi solusi lah,” ucap mantan Kapolda Metro Jaya itu.

“Jangan seperti kemarin, bukannya memberi solusi malah membawa narsum dan samaran yang tidak bisa dipercaya sehingga saya tidak hadir (ke Mata Najwa),” katanya lagi.

Berita Terkait

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.