Kena Sanksi WADA, Thailand Dilarang Kibarkan Bendera Negara di Piala AFF 2020

Federasi Sepakbola Thailand (FAT) memastikan bendera Thailand tak bisa dikibarkan pada ajang 2020 imbas dari sanksi Badan Doping Dunia (WADA).

Thailand bersama Korea Utara dan mendapat sanksi karena disebut WADA tak patuh soal regulasi doping pada awal Oktober lalu. Ketiga negara ini kemudian tak bisa mengibarkan benderanya masing-masing pada ajang olahraga berskala internasional.

Tak terkecuali Piala yang akan berlangsung terpusat di Singapura pada 5 Desember 2021 hingga 1 Januari 2022. FAT mengonfirmasi bahwa sudah melarang Thailand menggunakan bendera mereka imbas dari sanksi WADA.

“Bendera Thailand tak bisa digunakan untuk kompetisi maupun klub. Baik itu yang digelar di dalam negeri maupun di luar negeri. Pengecualian bendera Thailand yang ada di seragam tim,” tulis pernyataan resmi FAT di Facebook.

Totalnya lima poin yang menjadi dampak dari sanksi WADA buat Thailand selain larangan penggunaan bendera. Larangan menjadi tuan rumah event olahraga (termasuk sentralisasi), kecuali penunjukkan tuan rumah sudah dilakukan sebelum sanksi WADA turun.

“Asosiasi (FAT) tak bisa menggelar kompetisi di Thailand, baik klub maupun timnas. Termasuk kompetisi sentralisasi atau kompetisi yang menjadi bagian turnamen, misalnya kompetisi sentralisasi yang digelar terpusat,” tulis FAT.

“Asosiasi (FAT) bisa mengirim perwakilan () untuk bertanding di negara lain. Asosiasi (FAT) bisa menggelar event yang sudah diputuskan sebelum sanksi WADA,” lanjut pernyataan FAT.

Pengumuman FAT yang tak bisa menggunakan bendera Thailand kemungkinan besar juga akan dialami pada Piala AFF mendatang. Sebelumnya, Indonesia sudah terkena dampak sanksi WADA ini saat juara Piala Thomas 2020, pada 18 Oktober.

Alih-alih bendera Merah Putih yang berkibar, melainkan bendera PBSI yang merepresentasikan tim bulutangkis putra Indonesia di podium juara Piala Thomas. Timnas Indonesia kemudian juga merasakan dampaknya pada beberapa laga uji coba, termasuk di U-23 2022.

Berita Terkait

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.