Persija 90 Persen Hampir Deal, Rekrut Gelandang Asing yang Main di 3 Piala Dunia

Persija Jakarta ternyata hampir mendatangkan pemain asing baru yang pernah mencicipi tiga kali ajang Piala Dunia.

Macan Kemayoran sempat melakukan manuver gila dengan mencoba merekrut pemain asing baru untuk menambah kekuatan tim di Liga 1 2021.

Hal ini disampaikan langsung oleh Manajer Persija, Bambang Pamungkas melalui tulisannya di laman resmi klub.

Rencana merekrut pemain asing tersebut merupakan opsi cadangan setelah Persija banyak kehilangan pemain inti.

Seperti diketahui, tim asal ibu kota ini ditinggal pergi sejumlah pemain bintangnya akibat ketiadaan kompetisi musim 2020 lalu.

Mereka yang keluar dari tim adalah Evan Dimas, Sandi Sute, Alfath Fathier, Heri Susanto, hingga Marc Klok.

Saat itu, Persija sempat mencoba mengincar 8 pemain yang tengah merumput di kompetisi Tanah Air.

Namun, delapan pemain incaran tersebut gagal didatangkan karena berbagai alasan.

Enam dari 8 pemain tidak dilepas oleh klub yang dinaungi, sedangkan 2 di antaranya memutuskan untuk bermain di negara lain.

Sebagai langkah antisipasi, Persija memilih melirik pemain asing.

Opsi tersebut lebih memungkinkan mengingat stok pemain asing yang berkualitas masih sangat berlimpah.

“Persoalannya adalah slot pemain asing di Persija sudah penuh,” tulis Bepe seperti dikutip BolaSport.com dari persija.id.

“Namun demikian toh Persija tetap melakukan pembicaraan dengan beberapa pemain asing, salah satunya gelandang asal Asia yang pernah bermain di 3 Piala Dunia.”

“Dan bahkan dapat saya katakan jika Persija sudah 90% sepakat mengenai harga, hanya tinggal detail-detail ‘printilan’ yang harus diselesaikan.”

“Jika ini terealisasi, maka bisa hal tersebut akan menjadi berita besar di sepak bola Indonesia.”

Sayangnya, rencana tersebut batal terjadi setelah manajemen meninjau ulang penampilan empat pemain asing mereka yang bermain di Piala Menpora.

Marko Simic awalnya menjadi kandidat terkuat yang bisa dicoret usai perfomanya kurang menjanjikan pada turnamen tersebut.

Akan tetapi, striker asal Kroasia itu akhirnya tetap dipertahankan karena berbagai pertimbangan.

“Jika kita menilik pada penampilan 4 pemain asing Persija di Piala Menpora, maka pemain yang katakanlah tidak atau belum tampil dalam performa terbaik adalah Marco Simic.”

“Namun apakah menjadi hal yang bijaksana jika kemudian mengganti seorang striker dengan gelandang? Jika itu pilihannya maka masalah baru akan muncul, Persija hanya akan bertumpu kepada Taufik Hidayat dan Fajar Firdaus di lini depan.”

“Lagi pula kita tentu masih percaya jika Simic akan bangkit dan kembali mencetak gol demi gol bagi Persija.”

Bagitu pula dengan Yann Motta dan Marco Motta yang tetap dipertahankan usai tampil cukup impresif di Piala Menpora.

“Atau kita bisa saja mengganti Yann Motta. Resikonya adalah kita akan kekurangan stok pemain belakang. Apalagi 2 dari 6 centre back kita sudah berusia di atas 35 tahun, sedang 2 yang lain masih berusia 18 tahun.”

“Pilihan lain, kita bisa juga melepas Marco Motta. Namun dalam kondisi Ismed Sofyan masih cedera dan kita sudah terlanjur melepas Alfath Fathier, maka risikonya juga tidak kecil.”

Sama halnya dengan Rohit Chand, melepas pemain terbaik Liga 1 2018 itu nampaknya bukan pertukaran yang tepat dengan calon pemain asing Persija.

“Tanpa mengurangi rasa hormat kepada siapa pun, dan dengan segala kontribusi dan kesetiaan yang sudah diberikan Rohit Chand kepada Persija, maka hal tersebut terlintas dalam benak pun tidak.”