Dirugikan Lawan PSPS Riau, Sriwijaya FC Bakal Layangkan Protes

Sriwijaya FC menelan kekalahan perdananya di grup A Liga 2, dengan skor tipis 0-1 dari , di Stadion Pekanbaru Riau, Rabu (17/11/21).

Kekalahan ini dirasa tidak wajar, karena banyak keputusan kontroversi dari pengadil di lapangan hijau.

Di laga ini, Petaka Sriwijaya FC datang di menit 61. Pergerakan Andre Abubakar yang bebas dari pengawalan dan jebakan offside terpaksa dihentikan dengan menjatuhkannya. Wasit Choirudin pun menunjuk titik penalti.

Keputusan wasit ini pun langsung menuai protes dari pemain dan pelatih. Pelatih Kepala Sriwijaya FC, Nil Maizar pun mempertanyakan keputusan tersebut dan berdiskusi dengan pengawas pertandingan. Pertandingan sempat terhenti 5 menit, hinga akhirnya dilanjutkan dan berbuah gol yang dicetak oleh Fadau.

Di akhir pertandingan, pemain Sriwijaya FC kembali mengerumuni wasit untuk melayangkan protes. Mereka menilai, terjadi handball di kotak penalti PSPS Riau sehingga meminta wasit memberikan penalti. Tapi wasit tak menunjuk titik putih.

Pelatih Kepala Sriwijaya FC, Nilmaizar kepada awak media menyampaikan kekecewaanya usai pertandingan. Kekalahan bukan hal yang tidak bia diterima, tapi proses atau pertandingan yang jadi sorotan jajaran pelatih.

“Pemimpin pertandingan harusnya jadi pemimpin. Tapi semua bisa lihat nanti divideo pertandingan,” ucapnya.

Eks pelatih ini menegaskan, jika ia bukan mempermasalahkan keputusan wasit atau gol dari PSPS Riau, tapi mempertanyakannya.

“Bukan mempermasalahkan, tapi mempertanyakan. Saya bilang dengan manajer harus protes. Tapi bagaimana prosedurnya saya tidak tahu,” ucapnya.

Senada, bek mengatakan, jika ia enggan berkomentar banyak.

“Kami ingin pertandingan bagus, memberikan hiburan, tapi begini jadinya,” ucapnya.

Velentino menyerahkan kepada publik, menilai dan melihat bagaimana dia bersama rekan-rekannya sampai menelan kekalahan.

“Semua bisa melihat sendiri di pertandingan tadi. Saya tidak bisa berkomentar banyak soal pertandingan tadi,” ucapnya.

Berita Terkait