Berani Sentuh Wasit, Pemain Liga 1 Siap-siap Diganjar Hukuman dari Komite Disiplin PSSI

Ketua Komite Disiplin , menegaskan bahwa pihaknya akan memberi hukuman kepada pemain apabila melanggar aturan.

Dalam pertandingan maupun , peristiwa apapun bisa terjadi, salah satunya protes terhadap .

Protes terhadap wasit pada kompetisi Liga 1 dan ini sudah lumrah terjadi.

Memang hal ini tak lepas dari banyaknya kontroversi yang dilakukan oleh sang pengadil pertandingan dari mengambil keputusan yang dinilai tak tepat.

Sehingga banyak pemain yang melakukan protes kepada wasit saat pertandingan berlangsung.

Tak sedikit pula pemain yang terlihat emosi dan marah kepada wasit, bahkan ada juga yang memegang tangan wasit karena tak puas dengan keputusan sang pengadil tersebut.

Terkait ada pemain yang memagang tangan wasit saat melakukan protes, Erwin Tobing mengatakan bahwa hukuman bisa saja diberikan.

Namun, untuk memberikan sanksi atau hukuman itu tak langsung diberikan begitu saja menurutnya.

Ada proses yang harus dijalani oleh terlebih dahulu sebelum akhirnya memberikan keputusan.

“Makanya kalau kami sidang, saya memimpin itu sesuai dengan laporan yang kami terima oleh LIB. Jadi kalau LIB melaporkan ya pasti langsung kami periksa,” ujar Erwin Tobing kepada BolaSport.com, Minggu (14/11/2021).

“Kalau ada yang mukul wasit akan ada hukumannya, itu bisa tidak bermain hingga enam kali dan hukum lainnya,” ucapnya.

“Itu kan sesuai dengan apa yang dilakukan, kalau ada yang memukul, mengganggu dan melawan perangkat pertandingan itu ada hukumannya. Itu hukuman tetap berdasarkan kode disiplin PSSI 2018.”

Untuk yang memegang langsung tangan wasit itu akan dianalisis terlebih dahulu videonya.

Menurutnya apabila memegang dan langsung menarik tangan wasit, pastinya akan ada hukuman.

Maka dari itu, komdis mengatakan untuk laporan itu harus benar-benar lengkap hingga videonya juga.

Sebab Erwin Tobing dan pihaknya akan melakukan pemeriksaan secara rinci, sehingga nantinya apabila ada hukuman yang diberikan kepada klub ataupun pemain jelas duduk perkaranya.

Tetapi karena saat ini belum ada laporan terkait memegang tangan wasit saat protes itu maka Erwin belum bisa memberi pernyataan lebih rinci.

“Kalau untuk memegang itu kami harus lihat videonya dulu seperti apa. Kalau ternyata pegang dan terus narik ya pasti hukum,” kata Erwin.

“Untuk sekarang saya tidak bisa tanggapi karena belum ada laporannya itu. Jadi kami akan lihat videonya dulu.”

“Makanya LIB membuat laporan kepada kami dan akan saya pimpin sidangnya, dan kalau ada lengkap semua dari wasit, match komisionernya ada, videonya ada ya kami akan lihat dan apa yang terjadi sebenarnya. Mukulkan, narik wasit kah. Tapi kalau dia mengganggu wasit ya pasti ada hukumannya.”

Erwin Tobing secara langsung menegaskan bahwa sejak awal pihaknya sudah mengatakan bahwa Komdis bisa memberi sanksi kepada klub ataupun pemain yang melakukan pelanggaran.

Terutama melakukan serangan kepada perangkat pertandingan seperti wasit, ya pastinya akan langsung ada sanksi besar.

“Setiap penyerangan kepada perangkat pertandingan yakni wasit dan asisten wasit ya pasti ada hukumannya,” tuturnya.

Sementara itu, permasalahan sanksi diberikan kepada pemain akibat memegang tangan wasit ini sebelumnya juga pernah terjadi di Liga Spanyol.

Pada tahun 2019, Diego Costa mendapatkan hukuman dari wasit pada laga antara Atletico Madrid melawan .

Pemain Atletico Madrid itu diganjar kartu merah setelah melakukan protes berlebihan.

Media Spanyol menyebut bahwa pemain tersebut melontarkan hinaan ke wasit dan ibunya.

Bahkan hukuman diberikan hingga larangan 12 laga kepada Diego Costa karena ia juga memegangi lengan wasit saat akan mengacungkan kartu kuning kepadda rekannya, sebagai bagian dari insiden kartu merah tersebut.

Atas protes dan kata-kata kasar yang dikeluarkan pada wasit, Costa bisa dihukum dua atau tiga pertandingan.

Namun karena di saat bersamaan dia juga memegang lengan wasit ada hukuman lebih berat yakni ia dilarang bermain dalam delapan laga.

Hal ini juga bisa terjadi pada gelaran Liga 1 dan Liga 2 apabila memang ada pemain yang melakukan protes berlebihan nantinya.(*)

Berita Terkait