Tegas! Bos RANS Cilegon FC Akan Lakukan Ini jika Pemainnya Match Fixing

Kasus pengaturan skor kembali menyeruak di Liga Indonesia. Bos RANS Cilegon FC, Rudy Salim, memberi wanti-wanti ke pemainnya.

Sebanyak 5 pemain Perserang Serang dihukum komisi displin. Mereka divonis bersalah karena mengatur skor saat Perserang melawan RANS Cilegon FC.

Rudy Salim menegaskan bahwa pihaknya masih bersih sejauh ini. Dia juga memberi garansi ke para pemainnya kalau dana di klubnya masih aman. Dia menegaskan dirinya dan Raffi Ahmad mempunyai dana cukup untuk membiaya klub berkompetisi di Liga 2.

“Ketika terjadi match fixing kemarin, yang dituduh bukan RANS Cilegon FC yang melakukan. Ada oknum yang meng-approach kubu lawan agar RANS menang. Bahkan kubu lawan pun bilang bukan dari RANS yang approach mereka, tapi ada oknum yang approach untuk melakukan match fixing,” kata Rudy Salim dalam perbincangan dengan detikSport.

“Jadi, itu bisa terjadi di mana saja dan di kapan saja. Dari sisi RANS jelas tidak akan mentoleransi, siapapun yang melakukan itu akan langsung dipecat.”

“Kami tidak butuh duit dari situ, kok, kami tidak ada perjudian di situ kok. Saya dan Raffi mempunyai dana yang cukup membiayai kesejahteraan pemain, karyawan, manajer, untuk bermain bola dengan kecintaan mereka, dengan passion mereka. Makanya bermainlah, dance on the field.”

“Silakan gunakan momen ini untuk aktualisasi diri, gunakan untuk membuktikan kami bisa. Match fixing buat apa, kami tidak butuh duit dari situ, buat apa sih. Tidak akan ada toleransi,” kata dia menambahkan.

RANS Cilegon FC merupakan pendatang baru di Liga 2 2021. Rudy dan Raffi membeli Cilegon United untuk ambil bagian di kasta kedua Liga Indonesia.

Sejauh ini, RANS Cilegon FC duduk di posisi kedua Grup B dengan raihan 7 poin, sama dengan koleksi Persekat Tegal di posisi ketiga.