Resmi Berkostum Timnas Indonesia, Elkan Baggott Bertekad Ukir Sejarah di Piala AFF

Bek muda , , sesumbar bisa mewujudkan target meraih gelar juara di .

Elkan Baggott telah resmi menyandang status WNI dan siap membela .

Nama juga masuk dalam daftar skuad timnas Indonesia untuk 2020.

Bek Ipswich Town itu sudah bergabung dengan latihan timnas Indonesia di bawah kepemimpinan pelatih .

Hari ini, Elkan beserta rombongan timnas Indonesia berangkat ke Turki untuk menjalani pemusatan latihan dan uji coba.

Pemain berpostur 194 cm itu mengaku sangat nyaman mengikuti latihan timnas Indonesia.

Sebuah keputusan besar dilakukan Elkan Baggott yang lebih memilih gabung timnas Indonesia ketimbang Inggris.

“Saya memilih Indonesia, karena pertama keluarga. Saya bangga merepresentasikan negara keluarga saya di Indonesia.”

“Alasan kedua karena fans yang membuat saya merasa seperti di rumah sendiri,” jelas Elkan dikutip dari laman resmi .

Pemain berusia 19 tahun itu merasakan rasa cinta dari Indonesia lebih tinggi bila dibandingkan dengan Inggris.

“Saya sangat terkesan. Dibandingkan dengan di Inggris, di Indonesia ada banyak sekali fan yang memberikan rasa cinta. Pengalaman ini sangat gila,” tutur Elkan Baggott.

“Saya mengapresiasi cinta dari fans sehingga memilih ke Indonesia,” imbuhnya.

Elkan Baggott kemungkinan besar akan memulai debutnya di timnas senior ketika melawan Afghanistan pada 16 November 2021.

“Saya berharap tim meraih kemenangan saat uji coba internasional melawan Afghanistan dan Myanmar.”

“Setelah melawan Afghanistan saya akan kembali dulu ke Inggris,” jelas Elkan Baggott.

Ia bertekad untuk mempersembahkan gelar juara bagi timnas Indonesia di Piala AFF 2020.

“Setelah dari Inggris kemudian saya bergabung ke Singapura untuk membela timnas Indonesia di Piala AFF 2020,”

“Karena di ajang tersebut kami ingin meraih juara,” tutup pemain berdarah Indonesia-Inggris tersebut.

Ya, timnas Indonesia belum pernah sekalipun membawa pulang trofi juara Piala AFF sejak keikusertaannya pada 1996.

Paling banter timnas Indonesia hanya menjadi runner-up sebanyak lima kali pada edisi (2000, 2002, 2004, 2010, dan 2016).

Berita Terkait