Pemain Bertumbangan, Vietnam Sibuk Cari Pengganti

Pelatih Vietnam mengaku dirinya menghadapi kendala dalam mempersiapkan tim sebagai upaya mereka mempertahankan gelar juara di tengah jadwal yang padat.

Vietnam terlebih dulu menjalani dua pertandingan putaran final Grup B . Setelah dibekap Jepang 1-0 di Stadion MY Dinh, Kamis (11/11) malam WIB, Vietnam selanjutnya menjamu , Selasa (16/11).

Selepas menjalani dua pertandingan tersebut, skuad Vietnam segera bertolak ke Singapura untuk menjalani pemusatan latihan (TC) di Negeri Singa sebagai persiapan menghadapi Piala .

Hang-seo mengungkapkan, pertandingan di kualifikasi 2022 telah membuka matanya mengenai kekurangan tim besutannya. Menurut Hang-seo, ia kesulitan mencari penerus Nguyen Tien Linh or Ha Duc Chinh di sektor depan.

“Kami harus lebih banyak memainkan pemain muda. Masih banyak yang harus dilakukan dengan latihan pemain muda,” ujar pelatih yang dua hari sebelumnya mendapat ganjaran perpanjangan kontrak hingga 2023 ini dikutip laman VN Express.

“Saya sudah empat tahun di sini (Vietnam), tapi kami masih belum mendapatkan striker bagus. Tak ada satu pun pemain dari tim muda yang bisa mendekati level Nguyen Tien Linh atau Ha Duc Chinh.”

“Saya tidak melihat banyak pemain U-22 di V-League. Mereka tidak bisa bermain, jadi mudah dimengerti mengapa mereka tidak bisa berkembang. Kami membutuhkan rencana jangka panjang untuk menghasilkan pemain bagus.”

Situasi itu juga yang membuat Hang-seo mendapatkan pemain pelapis untuk disertakan ke 2020. Juru taktik asal Korea Selatan ini tidak ingin ambisinya mempertahankan gelar juara terbentur akibat permasalahan yang terjadi sekarang.

“Target kami adalah mempertahankan gelar Piala AFF. Kami akan pergi ke Singapura untuk berlatih di sana setelah bertanding melawan Arab Saudi. Banyak pemain cedera dan kami perlu mencari pengganti. Kami harus terus mencari wajah baru untuk tim jika kami ingin memenangkan Piala AFF lagi,” tutur Hang-seo.

Di sisi lain, Hang-seo juga mengakui Vietnam masih sulit bersaing di level Asia. Menurutnya, dalam karirnya sebagai pelatih, baru kali ini ia mengalami kesulitan mendapatkan satu poin. Vietnam selalu menelan kekalahan di lima pertandingan yang dilalui.

“Para pemain telah mencoba yang terbaik, tetapi masih ada celah besar di level kedua tim. Sepanjang karir saya, untuk mendapatkan satu poin saja tidak pernah sesulit ini. Lawan di babak ini terlalu kuat,” imbuh Hang-seo.

Berita Terkait