Syahrul Trisna Cedera, Pelatih Tira Persikabo Berat Lepas Kipernya ke Timnas Indonesia

Pelatih Tira Persikabo, Igor Kriushenko, menjelaskan jika mental bertanding menjadi penyebab timnya belum bisa meraih hasil maksimal.

Tira Persikabo harus mendapatkan catatan minor pada perjalanan mereka di seri kedua Liga 1 2021.

Tecatat, Ciro Alves dkk hanya bisa meraih satu kemenangan, tiga kekalahan, dan satu hasil imbang.

Pada pertandingan penutup seri kedua, mereka harus menyerah dari PSS Sleman (2-3), Minggu (7/11/2021).

Dengan hasil ini, Laskar Padjajaran berada di posisi ke-13 klasemen sementara dengan 11 poin.

Melihat timnya belum bisa tampil maksimal, pelatih Tira Persikabo, Igor Kriushenko, menegaskan jika hal ini berpengaruh pada mental bertandingan.

Menurutnya, baru mendapatkan dua kemenangan dari 11 laga, perlu dilakukan evaluasi internal demi memperbaiki hasil di seri ketiga Liga 1 2021.

Selain itu, hingga pertandingan akhir di seri kedua, timnya masih banyak melakukan kesalahan.

“Setelah gim ini, kami akan berdiskusi dan akan mendengar pertanyaan, saya jelaskan setiap perkembangan tim, di gim ini banyak kesalahan.”

“Di pertandingan selanjutnya, kami akan berusaha meraih kemenangan, saya pikir psikologi harus dibangun untuk menjadi pemenang,” kata Igor Kriushenko pada sesi jumpa pers yang dihadiri BolaSport.com, Minggu (7/11/2021).

Selain itu, terkait pemanggilan kiper Syahrul Trisna, Igor memberikan komentarnya.

Pelatih kebangsaan Belarusia ini menegaskan tidak akan melepasnya kipernya tersebut ke timnas.

Igor menilai jika klubnya memiliki aturan untuk melepas pemain hanya pada jadwal kalender resmi FIFA.

Selain itu, keberadaan Syahrul sangat dibutuhkan tim untuk seri ketiga yang hanya ada waktu sekitar dua minggu lagi.

Kiper berusia 25 tahun ini sudah mencatatkan 38 kali penyelematan yang membuatnya menjadi kiper dengan saves tertinggi di Liga 1 2021.

Di sisi lain, Syahrul Trisna sedang mengalami cedera yang membuatnya tak bisa tampil dalam laga kontra PSS Sleman semalam.

“Kami harus mendapatkan informasi dari tim dokter baru membuat keputusan, tetapi kita punya aturan untuk tidak melepas dia ke timnas dan hanya untuk FIFA matchday hingga Januari.”

“Saya tahu ini tidak adil tapi semua klub punya aturan untuk penjaga gawang.”

“Ini aturan FIFA dan tim kami punya aturan untuk tidak melepasnya,” pungkasnya.