Deja Vu Piala AFF 2016 – Kompetisi Jalan, Pilihan Pemain Timnas Indonesia Dibatasi

Piala AFF 2020 akan dilaksanakan pada Desember mendatang, dengan Singapura bakal menjadi tuan rumah kejuaraan yang sebenarnya tertunda karena pandemi virus corona tersebut.

Timnas Indonesia tentunya ingin bisa meraih gelar juara, karena belum pernah sekali pun Indonesia merasakan gelar bergengsi di Asia Tenggara ini. Namun, hal itu tidak mudah untuk Merah-Putih.

Pasalnya, Shin Tae-yong selaku pelatih timnas Indonesia tidak bisa diberikan kebebasan untuk mengambil pemain yang ia miliki. Pasalnya, setiap klub maksimal hanya melepas dua pemain karena Liga 1 sedang berjalan.

Hal tersebut dituturkan oleh Akhmad Hadian Lukita selaku direktur utama PT Liga Indonesia Baru (LIB). Ia menjelaskan, klub setuju agar Liga 1 2021/22 tetap berjalan, selagi Piala AFF bergulir di Singapura sana.

Hanya saja, klub sendiri keberatan jika pemain terbaik mereka terlalu banyak yang memenuhi panggilan timnas Indonesia. Hal ini pernah terjadi pada Persebaya Surabaya, yang kehilangan empat pemain penting saat timnas juga membutuhkan.

“Liga 1 jalan terus bersamaan dengan Piala AFF. Ketika manager’s meeting, dibahas apakah kompetisi mau dihentikan atau tidak.. Ternyata, klub sepakat Liga 1 tetap berjalan dengan catatan jumlah pemain dari setiap tim yang bisa ditarik ke timnas Indonesia maksimal dua orang,” urai Lukita, dikutip dari laman Antara.

Hal ini sudah menjadi bahasan antara klub, LIB, dan juga PSSI sebagai federasi sepakbola Indonesia. Karena dalam manager’s meeting, PSSI juga hadir, dan diwakili oleh wakil ketua umum Iwan Budianto.

Bagaimana pun, hal seperti ini pernah terjadi pada 2016, ketika timnas Indonesia berjuang di bawah arahan Alfred Riedl. Kala itu situasinya unik, karena kompetisi yang digelar pun tidak resmi, setelah Indonesia terbebas dari sanksi FIFA. Hasilnya tidak begitu pahit, karena Indonesia masih mampu melaju hingga final, meski akhirnya dibekuk Thailand.