Maman Abdurrahman Minta Pemain Persija Perbaiki Diri agar Bisa Menjaga Konsistensi di Seri 3 Liga 1

Persija Jakarta bermain imbang 1-1 melawan Barito Putera pada laga pamungkas seri 2 Liga 1 2021 di Stadion Moch. Soebroto, Magelang, Jumat (5/11/2021).

Satu gol Persija dicetak oleh Marko Simic di menit ke-26.

Sementara, gol tunggal Barito diciptakan oleh Aleksandar Rakic pada menit ke-15.

Hasil imbang itu membuat skuad Macan Kemayoran bertahan di posisi kedelapan klasemen sementara Liga 1 2021 dengan torehan 15 poin dari 11 kali main.

Sedangkan, Barito ada di peringkat ke-15 klasemen sementara dengan raihan sembilan poin dari 11 kali penampilan.

Bek senior Persija Jakarta, Maman Abdurahman, kecewa timnya gagal memenangi pertandingan.

“Bagi saya, hasil pertandingan malam ini sangat mengecewakan. Apalagi ini pertandingan terakhir di seri kedua,” kata Maman dikutip dari persija.id.

“Kami tidak bisa memanfaatkan peluang pada akhir pertandingan saat mendapatkan penalti. Namun, inilah sepak bola. Apa pun bisa terjadi. Pastinya ini akan menjadi evaluasi buat kami dan akan kerja keras lagi pada seri ketiga,” ujar Maman.

Pemain berusia 39 tahun itu menegaskan bahwa tim Oranye akan segera bebenah dalam menyongsong seri 3 Liga 1 2021.

“Menurut saya, sebagai pemain, kami sudah berjuang maksimal di babak pertama dan kedua. Tapi memang kami harus lebih baik lagi, lebih konsentrasi, lebih fokus, dan terus memperbaiki diri agar bisa menjaga konsistensi selama 90 menit,” papar Maman.

Tak Salahkan Pemain

Hal yang tidak jauh berbeda dikatakan Pelatih Persija Jakarta, Angelo Alessio.

Angelo mengatakan bahwa seharusnya timnya bisa menang, karena di babak pertama memiliki banyak peluang menyetak gol.

“Dalam babak pertama, Persija mampu menciptakan beberapa peluang. Namun, Persija justru kemasukan gol sehingga kami ketinggalan,” kata Angelo.

“Setelah itu, kami bekerja keras, hingga akhirnya bisa menyamakan kedudukan,” ujar Angelo.

Sebenarnya, tim Oranye berpeluang memenangi laga, sebab di pengujung pertandingan mendapatkan jatah penalti setelah Riko Simanjuntak dilanggar oleh kiper Barito Putera, Adhitya Harlan.

Sayangnya, hadiah penalti itu gagal dimaksimalkan oleh Marco Motta untuk merobek gawang Barito untuk menambah pundi gol.

“Saya kurang puas dengan hasil ini, karena seharusnya Persija bisa menghasilkan poin lebih baik,” ucap Angelo.

“Mengenai penalti itulah sepak bola. Seharusnya penalti itu bisa mengubah keadaan. Namun, Marco Motta gagal melaksanakan tugasnya,” terang Angelo.

“Secara keseluruhan saya tidak puas, karena seharusnya bisa mendapatkan tiga poin dan naik posisi di klasemen,” tambah Angelo.

Meski gagal menang, namun juru taktik asal Italia tersebut tidak mau menyalahkan satu pemain dalam kegagalan meraih kemenangan.

Bagi Persija, menang bersama, imbang bersama, dan kalah pun tetap bersama-sama.

“Marco Motta sangat percaya diri mengambil bola dan yakin bisa mencetak gol. Namun kemudian terjadi keributan 5-10 menit yang mungkin menggangu secara psikologis,” kata Angelo.

“Saya tak ingin menyalahkan pemain. Setiap pemain ingin mencetak gol dan memenangi pertandingan. Ini suatu yang lumrah dalam sepak bola walau pun saya sangat sangat kecewa dengan hasil. Tetapi saya harus menerima ini, karena inilah sepak bola,” papar Angelo.