Irfan Bachdim Is Red, Senjata untuk Seret Gerbong Super Elja

Manajemen Persis Solo kembali membikin gebrakan di jendela transfer paro musim Liga 2. Setelah menggaet Irfan Bachdim yang baru saja mundur dari skuad PSS Sleman. Dan kabarnya, suami Jennifer Bachdim ini bakal dijadikan senjata menarik gerbong Super Elja (julukan PSS Sleman).

Bursa transfer paro musim Liga 2 resmi ditutup 4 November. Di detik akhir penutupan, Laksar Sambernyawa (julukan Persis Solo) resmi mengumumkan Irfan Bachdim. Eks striker timnas ini memutuskan mundur dari PSS sejak awal Oktober.

Di sisi lain, di jendela transfer manajemen Persis terlanjur melepas tiga pemainnya ke klub lain. Khairallah Abdelkbir merapat ke Sriwijaya FC. Sedangkan Irfan Afghoni dan Arif Agung Musthofa bergabung PSKC Cimahi dengan status pinjaman.

Kehilangan tiga, seharusnya Persis mencari pengganti dengan kuantitas yang sama. Namun, baru satu pemain yang pasti bergabung. Lalu, apakah dua slot tersisa akan diisi pemain baru juga? Atau pilih mempromosikan talenta-talenta muda?

Saat dikonfirmasi, manajemen bond kebanggaan wong Solo ini belum memberikan jawaban secara gamblang. “Soal tambahan pemain, tunggu rilis resmi dari kami,” hemat Media Officer Persis Solo Bryan Barcelona, kemarin (5/11).

Banyak rumor berseliweran, manajemen PDKT dengan sejumlah pemain PSS Sleman untuk mengisi dua slot yang kosong. Mulai dari Kim Jefri Kurniawan, Irfan Jaya, hingga Arthur Irawan. Nah, hadirnya Irfan Bachdim membuat kans gerbong Super Elja merapat terbuka lebar. Apalagi, Kim Jefri tak lain adik ipar Irfan Bachdim.

Di luar itu, banyak faktor lain yang jadi magnet pemain-pemain bintang Liga 1 merapat ke Kota Bengawan. Salah satunya sosok-sosok sentral di jajaran manajemen Persis. Mulai dari putra bungsu Presiden Joko Widodo, Kaesang Pangarep, hingga Menteri BUMN Erick Thohir. Selain itu, finansial Laskar Sambernyawa cukup tebal. Termasuk kemegahan Stadion Manahan dan barisan pendukung setia Persis yang pastinya mencuri perhatian banyak pemain.

Itu sudah terbukti, ketika Persis berhasil mendapat tanda tangan pemain-pemain kelas wahid. Sebut saja Alberto “Beto” Goncalves, Ferdinand Sinaga, el capitano Eky Taufik, Fabiano Belrame, Sandi Sute, hingga Heri Susanto. Mereka rela turun kasta demi meraih tempat di Persis.

Setali tiga uang, Komisaris Persis Solo Mahendra Agakhan Thohir juga ogah blak-blakan ketika ditanya siapa pemain baru yang akan bergabung. “Soal penambahan pemain, nanti akan dibicarakan dulu dengan pelatih,” tuturnya.

Sementara itu, gebrakan manajemen di bursa transfer mendapat renspons negatif dari suporter. Di media sosial, suporter menyayangkan langkah manajemen menggaet pemain baru.

“Harusnya tidak perlu beli Irfan Bachdim. Sebaiknya cari pelatih (baru) yang bisa mengolah materi pemain yang sudah sangat bagus,” keluh Presiden DPP Pasoepati Maryadi “Gondrong” Suryadharma.

Pendapat Gondrong cukup beralasan. Sebab, materi pemain Persis saat ini cukup mewah. Bahkan dicap sebagai Los Galaticos-nya Liga 2. Namun, hasil yang diraih sepanjang manctday keenam babak penyisihan Grup C belum memuaskan.

“Pelatih sekarang (Eko Purdjianto) kurang mampu meracik dan mengolah permainan Persis menjadi tim kuat. Harusnya selalu menang di kandang. Mainnya elek (jelek) dan tidak punya karakter. Semoga suara suporter didengar,” bebernya. (nik/fer/dam)