FIFA Masih Larang Marc Klok Bela Timnas Indonesia, Indra Sjafri Ungkap Alasannya

Direktur Teknik PSSI, Indra Sjafri, membeberkan penyebab Marc Klok belum bisa membela timnas Indonesia.

Rupanya, administrasi Marc Klok masih bermasalah dan belum diperbolehkan FIFA untuk membela timnas Indonesia.

Marc Klok sebelumnya sempat mengajukan proses naturalisasi sejak 2019 setelah tiga tahun menetap di Indonesia.

Upaya proses naturalisasi itu baru bisa didapatkan Marc Klok pada 12 November 2020 ketika ia membela Persija Jakarta.

Marc Klok juga sempat dipanggil ke timnas Indonesia untuk mengikuti pemusatan latihan (TC) persiapan Kualifikasi Piala Dunia 2022 Grup G pada Mei 2021.

Namun saat itu Marc Klok memutuskan mundur karena harus menemani sang istri melahirkan.

Dari sana, Marc Klok pun tidak lagi dipanggil ke timnas Indonesia.

Gelandang yang kini membela Persib Bandung itu pun sempat curhat di media sosial bahwa ada kendala yang membuatnya tak bisa memperkuat timnas Indonesia.

“Keinginan terbesar saya untuk membela timnas Indonesia dan membantu negara memenangkan trofi pada tahun ini sementara harus tertunda.”

“Masih ada hal-hal yang sifatnya administratif belum terselesaikan.”

“Dan membuat saya masih belum bisa bermain untuk Indonesia,” ucap Marc Klok.

Curhatan Marc Klok pun kini dijawab oleh Indra Sjafri yang menyebutkan bahwa pemain naturalisasi itu memang belum bisa membela timnas Indonesia.

Alasannya karena Marc Klok tidak bisa menunjukan dokumen yang menyebutkan dirinya merupakan keturunan Indonesia.

Sebelumnya, pemain asal Belanda itu sempat berbicara bahwa ia mempunyai darah Indonesia dari kakek buyutnya bernama Jan Ernst Karel yang diketahui lahir di Makassar, Sulawesi Selatan.

Namun ternyata dokumen untuk memastikan itu tidak ada.

“Jadi Marc Klok belum bisa berpindah asosiasi (kasusnya) seperti Ezra Walian.”

“Karena menurut Marc Klok dia tidak bisa menunjukan dokumentasi keturunan,” ucap Indra Sjafri kepada awak media termasuk BolaSport.com di Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu (7/11/2021).

“FIFA meminta dokumen keturunan itu dan kami tidak bisa membuktikan karena Marc Klok juga tak bisa membuktikannya.”

FIFA memiliki sejumlah persyaratan soal pengubahan status kewarganegaraan pemain agar bisa bertanding di ajang resmi.

Si pemain harus lahir di negara asosiasi, punya keturunan, lalu tinggal di wilayah asosiasi untuk di bawah 10 tahun setidaknya tiga tahun, untuk usia 10-18 setidaknya lima tahun, dan di atas 18 setidaknya lima tahun.

Indra Sjafri menyebut soal Marc Klok tecantum pada poin 2 artikel 7 FIFA.

Dalam penjelasannya tercantum tinggal lima tahun dan asosiasi dalam hal ini PSSI harus mengajukannya ke Komite Status Pemain.

Untuk tahun ini Marc Klok memang belum bisa membela timnas Indonesia karena belum lima tahun.

Mungkin pada tahun depan, eks pemain PSM Makassar itu sudah bisa berseragam timnas Indonesia.

“Akhirnya pakai poin 2 FIFA dan Marc Klok harus menunggu lima tahun tinggal di Indonesia.”

“Marc Klok sekarang sudah menjalani empat tahun dan kalau tidak salah sekitar tujuh bulan lagi dia baru bisa,” ucap Indra Sjafri.

Perlu diketahui, Marc Klok dinaturalisasi oleh Indonesia memakai jalur istimewa bukan keturunan dan rekomendasi dari PSSI.

Pemain berusia 27 tahun itu menjadi WNI sesuai Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2006 tentang Kewarganegaraan Republik Indonesia Pasal 20.

Kala itu, PSSI melalui Kemenpora mengajukan proses naturalisasi Marc Klok kepada DPR dan pemerintah.

Kasusnya serupa dengan tiga pebasket, Brandon Van Dorn Jawato (Amerika Serikat), Lester Prosper (Inggris), dan Kimberly Pierrre-Louis (Kanada) yang dinaturalisasi berkat dukungan PB Perbasi.

Marc Klok Tidak Bisa Bermain di Piala AFF 2020

Dengan pernyataan itu sudah dipastikan bahwa Marc Klok belum bisa membela timnas Indonesia untuk Piala AFF 2020. Sementara kasus Ezra Walian sudah selesai dan bisa memperkuat tim Garuda.

“Sampai detik ini beberapa kali kami berkomunikasi dengan FIFA belum boleh,” ucap Indra Sjafri.