PSSI Tutup Mulut Soal Rompi Satgas Anti Mafia Bola, Bung Towel: Ini Offside!

PSSI masih tutup mulut terkait siapa sosok yang mengenakan rompi Satgas Anti Mafia Bola dan ikut memantau jalannya laga Liga 1 2021 secara langsung.

Pasalnya, Satgas Anti Mafia Bola bentukan Polri sudah dibubarkan pada Agustus 2020 lalu. Hal ini dibenarkan langsung oleh eks Ketua Satgas, Brigjen Hendro Pandowo.

Klarifikasi akhirnya datang dari salah satu direktur PT Liga Indonesia Baru, Sudjarno dan Akhmad Hadian Lukita, jika sosok yang menggunakan rompi itu adalah kepolisian.

Namun, komentator sepak bola kenamaan, Tommy Welly alias Bung Towel mengaku bingung, mengapa bukan PSSI saja yang memberikan klarifikasi, tidak perlu PT LIB.

“Penjelasannya dijelaskan oleh PT LIB, yang dalam konteks sepak bola adalah operator kompetisi. Kalau bicara Satgas Anti Mafia Bola, itu ranahnya PSSI,” tegas Bung Towel.

“Inilah lucunya, yang merespon adalah PT LIB. Dia itu badan otonom yang ditunjuk PSSI sebagai federasi untuk melaksanakan kompetisi Liga 1 dan Liga 2,” lanjutnya.

Setelah ditelusuri, sebenarnya sudah ada perjanjian di atas kertas antara PSSI dan Mabes Polri dalam upaya menjaga marwah Liga 1 dan Liga 2 dari sentuhan mafia bola.

Namun yang menjadi masalah bagi Bung Towel, mengapa PSSI masih tutup mulut dan tak mau angkat suara terkait status pria berompi yang menjadi sorotan di lapangan.

“Secara organisasi, ini nggak pas. Siapa ngomong apa, kayaknya offside. Padahal secara substansi, ada Satgas pakai rompi itu berdasarkan MoU PSSI dan Mabes Polri.”

“Perjanjian itu ditandatangani oleh Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan dan Asisten Operator Kapolri, Irjen Pol Imam Sugianto. Jadi, kalau ada penjelasan, harusnya dari PSSI,” tegas komentator 50 tahun tersebut.

Meski awalnya berkarier sebagai jurnalis dan komentator sepak bola, saat ini Bung Towel juga aktif mengkritisi berbagai kebijakan PSSI melalui Youtube Gocek Bung Towel.