Jacksen F Tiago: Lawan Terberat Kami ‘Bapak Pakai Baju Kuning’

Pelatih Persipura Jayapura Jacksen F Tiago meluapkan kekecewaan terhadap kepemimpinan wasit Sigit Budiyanto, sehingga tim besutannya menelan kekalahan tipis 1-0 dari Bali United di Sultan Agung, Bantul, Jumat (5/11) malam WIB.

Jacksen menilai kepemimpinan wasit tidak bagus, dan kerap mengeluarkan keputusan yang membingungkan. Menurut Jacksen, hal itu sudah terlihat sejak babak pertama. Jacksen menyatakan seharusnya laga sudah berakhir sesuai dengan tambahan waktu empat menit yang diberikan wasit.

Gawang Persipura kebobolan di menit ke-97 lewat tendangan Ricky Fajrin, menyusul kemelut di kotak penalti hasil sepak pojok Eber Bessa. Persipura juga mengakhiri laga dengan sembilan pemain, karena Irsan Lestaluhu diganjar kartu kuning kedua, dan Todd Rivaldo Ferre terkena kartu merah langsung.

“Dari aspek permainan, kami mampu menghadapi serangan-serangan dari mereka, terutama yang mengandalkan postur tubuh mereka. Tapi kami tidak mampu menghadapi lawan terberat malam hari ini: bapak yang menggunakan baju kuning tadi,” tutur Jacksen.

“Sebenarnya pertandingan sudah selesai. Sebelum dia kasih sepak pojok [untuk Bali United], saya datang ke bench kalian, LOC (panitia lokal), dan saya sampaikan wasit ini cari masalah.”

“Kami selalu menghargai keputusan wasit. Tapi dari babak pertama sudah saya sampaikan, saya menilai bapak yang pakai baju kuning selalu terlambat mengambil keputusan, selalu membingungkan kami.”

“Momen terakhir itu sulit untuk kami komentari. Tapi selama 90 menit pertandingan, termasuk injury time empat menit, anak-anak mampu menghadapi bola atas Bali United, meski kami punya perubahan besar di sektor pertahanan kami saat kami kehilangan beberapa pemain kunci di sektor itu.”

Di lain sisi, kekalahan dari Bali United membuat Persipura tidak berhasil mendulang satu pun angka dari lima pertandingan Seri 2. Awalnya, Jacksen menargetkan Persipura minimal meraih sepuluh poin.

Jacksen memberi kesempatan kepada pemain libur untuk berkumpul dengan keluarga di Jayapura sebelum melakukan persiapan menghadapi Seri 3 di Jawa Tengah dan DI Yogyakarta. Juru taktik asal Brasil ini meyakini Mutiara Hitam akan jauh lebih kuat.

“Di putaran kedua ini sebetulnya kami sudah merencanakan mendapat sepuluh atau 15 poin agar bisa bersaing di papan atas, tapi gagal total. Di seri ketiga, kami harus bermain lebih baik, membenahi aspek mental,” imbuh Jacksen.

“Paling penting kami ingin menyiapkan seluruh pemain, karena saya yakin tim ini komplet dari aspek susunan pemain. Kami bisa menjadi tim lebih kuat dan kompetitif. Kalau tim ini komplet, saya yakin Persipura jauh lebih kuat dibandingkan Seri 2 ini.”