Terungkap, Wasit Akui Lakukan Praktek Match Fixing di Liga 1 2021, Dibayar Ratusan Juta

Kabar mengejutkan dari kompetisi Liga 1 2021/2022 yang ternyata masih lekat dengan adanya praktek pengaturan skor atau match fixing.

Setelah kemunculan pengaturan skor yang melibatkan lima mantan pemain Perserang di Liga 2 2021, kini kasus serupa juga terjadi di kasta tertinggi sepak bola Indonesia.

Akan tetapi, bukan pemain, pelatih maupun manajemen tim yang melakukan tindakan yang mencoreng asas sportivitas di olahraga.

Melainkan dari perangkat pertandingan, dalam hal ini wasit Liga 1 2021.

Hal itu muncul dalam tayangan Mata Najwa dengan tajuk “PSSI Bisa Apa Jilid 6, pada Rabu malam (3/11/2021).

Dalam acara tersebut, Najwa Shihab selaku pembawa acara menghadirkan sosok seorang perangkat pertandingan namun tidak mengungkapkan identitasnya.

Najwa Shihab melontarkan pertanyaan kepada yang bersangkutan terkait perannya dalam pengaturan skor di Liga 1 musim ini.

“Bagaimana peran anda, apakah anda terlibat dalam laga yang sudah berjalan 10 pekan di Liga 1 2021. Apakah anda terlibat juga dalam beberapa laga di musim ini?” tanya Najwa.

Perangkat pertandingan yang berinisial Mr. Y itu lantas mengakui sudah dua kali terlibat mengotak-atik jalannya pertandingan.

“Untuk yang musim ini, saya dua kali main. Bisa jadi semua pertandingan wasit melakukannya (ikut terlibat),” jawabnya.

Dia menyebut bahwa dirinya dan beberapa perangkat pertandingan lain yang terlibat sanggup mengantongi bayaran hingga ratusan juta.

“Untuk uangnya sendiri, saya tidak bisa sebut, yang jelas harganya kisaran puluhan sampai ratusan juta per laga.”

“Semakin tinggi tensi partainya, semakin mahal,” lanjut dia.

Lebih lanjut, perangkat pertandingan tersebut juga menjelaskan kinerja dalam melakukan praktek pengaturan skor.

“Kalau untuk teknis di lapangan kita pakai kode yang sebelumnya sudah ditentukan,” katanya.

“Jadi ketika kita diperintah memainkan sebuah pertandingan, seperti contoh di situ jelas ada handball di kotak penalti, tim yang seharusnya bisa menang dan mendapat penalti, tetap tidak diberi penalti oleh wasit,” jelas Mr. Y.

“Jadi sengaja kadang dibiarkan, padahal kita sebenarnya tahu,” imbuhnya lagi.