Dirut PT LIB Tak Percaya Pengakuan Oknum Perangkat Pertandingan Soal Pengaturan Skor

Kompetisi sepak bola Indonesia, Liga 1 dan Liga 2, kembali dikaitkan dengan kasus pengaturan skor.

Itu setelah oknum perangkat pertandingan blak-blakan ketika diwawacarai dalam salah satu program televisi swasta, Rabu (3/11/2021) malam.

Semula, kasus itu terungkap ketika lima pemain klub Liga 2 2021 Perserang Serang dipecat lantaran terlibat dalam kasus pengaturan skor.

Itu terjadi ketika Perserang berjumpa Rans Cilegon FC pada pertandingan putaran pertama fase grup Liga 2 2021.

Komisi Disiplin (Komdis) PSSI pun langsung menindak tegas para pemain tersebut dengan menjatuhi hukuman hingga lima tahun dilarang berkecimpung di sepak bola Indonesia.

Adapun dalam acara televisi kemarin, hadir seorang runner sekaligus perangkat wasit Liga 1 yang mengaku terlibat dalam pengaturan skor di kompetisi kasta teratas Indonesia tahun ini.

Mister Y (nama samaran), mengatakan kalau beberapa oknum wasit terlibat dalam praktik haram dalam sepak bola tersebut.

Lebih lanjut disebut kalau dirinya sudah dua kali terlibat dalam pengaturan skor di Liga 1 2021-2022 dari sepuluh pekan yang sudah digelar.

“Untuk yang kompetisi tahun ini kami dua kali main,” kata Mister Y ketika menjawab pertanyaan pembawa acara.

Sementara itu, ia pun menjelaskan praktik pengaturan skor seperti yang dialaminya di lapangan.

“Jadi ketika kami diperintah untuk memenangkan pertandingan, jelas terjadi handball tetapi kami tidak memberikan penalti,” ujar Mister Y.

“Jadi, sengaja dibiarkan seolah-olah kami tidak tahu, padahal kami tahu,” ia menerangkan.

Selaku operator kompetisi, PT Liga Indonesia Baru (LIB) melalu Direktur Utama (Dirut) Akhmad Hadian Lukita, pun merespons kasus dugaan pengaturan skor oleh okmnum wasit di Liga 1 2021-2022.

Ia mengakui tidak percaya terkait hal tersebut, sebab dirinya belum mendapatkan data yang jelas.

“Kalau sumber datanya tidak jelas, saya tidak akan percaya dulu dengan pernyataan tersebut,” kata Hadian Lukita kepada Skor.id, Kamis (4/11/2021).

Lebih lanjut dikatakan kalau pihaknya akan mendalami pernyataan dari Mister Y, oknum perangkat wasit yang terlibat dalam praktik pengaturan skor.

“Yang jelas itu akan dianlisa dahulu,” kata lelaki kelahiran Bandung, Jawa Barat itu.

Sementara itu, ia menegaskan kalau PSSI dan PT LIB terus bersinergi untuk menjaga kompetisi agar bersih dari pengaturan skor.

“PSSI dan LIB tetap komitmen untuk menjaga sekuat tenaga liga tetap bersih dari match fixing,” Hadian Lukita memungkasi.