Bonek Ancam Demo, Tuntut Sanksi Wasit Kontroversi Persebaya Vs Persela

, Bonek, mengancam bakal melakukan demo besar-besaran. Hal ini terkait dengan keputusan kontroversi wasit Musthofa Umarella saat memimpin pertandingan Bajul Ijo kontra Persela dalam pekan kedelapan BRI Liga 1 2021/2022.

Persebaya seharusnya meraih tiga poin dan menang, tapi malah dipaksa hanya mendapat satu poin karena duel itu berakhir 1-1 pada 21 Oktober 2021.

Ancaman demo itu lahir diumumkan oleh pentolan Bonek, Andie Peci, melalui akun Twitter @andiepeci. Penyebabnya sudah lebih dari 12 hari tidak ada keputusan hukuman kepada wasit yang telah melakukan kesalahan dalam pertandingan itu.

“Jika tujuh hari ke depan tidak ada sanksi untuk wasit yang pimpin laga Persebaya saat lawan Persela, kita demonstrasi besar-besaran di Surabaya. Lokasi demonstrasi menyusul. Wani!,” tulisnya pada, Selasa (02/11/2021).

Sekilas mengenai insiden ini, Persebaya sebenarnya sempat mencetak gol dulu lewat Ricky Kambuaya pada menit ke-12. Sayangnya, Persela kemudian membalasnya berkat serangan balik cepat yang diselesaikan menjadi gol oleh Ivan Carlos di menit ke-35.

Insiden kontroversial itu lahir pada menit ke-35. Mulanya, striker Jose Wilkson melakukan eksekusi tendangan bebas yang mengarah ke gawang. Bola sempat ditangkap Dwi Kuswanto, namun terlepas dan tayangan ulang menunjukkan bola sudah melewati garis gawang.

Wasit Musthofa Umarella tidak mengesahkan gol tersebut dan tetap menyatakan laga berlanjut di tengah protes para pemain. Dalam situasi ini, Persela dengan cepat melakukan serangan balik ke pertahanan Persebaya.

Sial buat Persebaya, umpan terobosan pemain Persela kepada Ivan Carlos yang terlihat offside tidak membuat pertandingan berhenti masih di menit yang sama. Striker asal Brasil itu kemudian melepas tembakan mendatar kaki kiri yang gagal dibendung Andhika.

Andie Peci menyatakan bahwa Bonek menyerukan revolusi wasit secara nasional. Sebab, insiden seperti ini juga terjadi pada klub-klub lain selama gelaran BRI Liga 1.

“Kalau Bonek melihatnya yang terjadi pada Persebaya saja. Kami fokus pada klub sendiri karena tidak ada perubahan pada penampilan pengadil. Ini sudah lebih dari 12 hari dan belum ada pengumuman bahwa wasit yang bersangkutan mendapat sanksi,” kata Andie Peci kepada Bola.com, Rabu (3/11/2021).

Sebelumnya, duel antara Barito Putera kontra Semarang juga melahirkan keputusan aneh (20/10/2021). Wasit menganulir hadiah penalti saat pelanggaran dilakukan di kotak penalti, dan malah memberi hadiah tendangan bebas untuk Barito Putera.

Persija Jakarta juga sempat dirugikan dengan keputusan wasit Oki Dwi Putra saat berjumpa dengan FC, Minggu (17/10/2021). Akibatnya, Persija harus kalah 0-1 dan gagal meraih poin di laga itu.

Manajemen Macan Kemayoran kemudian mengirim surat protes kepada PSSI atas kepemimpinan wasit Oki Dwi Putra yang banyak merugikan mereka.

Terbaru, kejadian serupa itu menimpa Madura saat berhadapan Arema FC di , Senin (1/11/2021). Winger Arema Dendi Santoso terjatuh tanpa kontak berarti dengan kedua pemain Madura United dan Kim Jin-sung di menit ke-89.

Namun, wasit Mansur meniup peluit tanda pelanggaran memberikan hadiah tendangan bebas untuk tim asal Malang itu. Bek kanan Rizky Dwi Febrianto pun maju sebagai eksekutor yang mencetak gol cantik.

Dia sukses menyarangkan bola ke gawang Madura United yang dikawal Muhammad Ridho di menit ke-90. Gol tersebut tentu saja menjadi penentu kemenangan Singo Edan.

“Kami tidak mau masuk ke kejadian klub lain, karena itu nanti jadi ranahnya suporter masing-masing. Yang jelas, kejadian yang menimpa Persebaya itu berdampak. Seharusnya menang, malah harus paus imbang. Kehilangan dua poin,” ucap Andie Peci.

Pria berusia 41 tahun itu mendesak dan PSSI bergerak dengan membuat tindakan tegas atas banyaknya keputusan aneh para perangkat pertandingan. Jika sampai pekan depan tidak ada keputusan, maka Bonek akan menggelar demo besar-besaran.

“Selama ini kami tidak tahu apakah mereka memang benar-benar bekerja. Katanya akan ada perbaikan dengan menghukum wasit. Tapi, sampai sekarang belum diumumkan apakah wasit yang bermasalah mendapat hukuman,” ujar Andie Peci.

“Kalau sampai Senin depan (8/11/2021) tidak ada respons, Bonek siap turun ke jalan dan menjalankan aksi massa di Surabaya. Sekitar 2000-3000 massa Bonek bakal menuntut revolusi wasit secara nasional,” imbuhnya.

Berita Terkait