Jelang Arema FC Vs Persebaya, Bonek Buat Gerakan Beli Tiket Dukung dari Rumah, Begini Caranya

Sejumlah pentolan Bonek dari berbagai tribun meluncurkan Gerakan Beli Tiket Tapi Dukung Dari Rumah, Rabu (3/11/2021).

Dalam sebuah konferensi pers di sebuah cafe, di Jalan Diponegoro, Surabaya, gerakan tersebut diumumkan jelang laga melawan Arema FC.

Juru Bicara Budi Tulus, mengatakan, laga sepak bola tanpa suporter serasa hambar.

Sehingga, seluruh bonek dan bonita bersinergi menciptakan atmosfer membeli tiket pertandingan secara online, tanpa harus datang ke stadion.

“Bila dulur-dulur ingin bergabung dalam gerakan ini, silahkan membeli tiket tersebut secara online di Loket.com atau aplikasi gojek GO-TIX. Setiap pembeliannya juga akan mendapat tiket fisik dengan desain istimewa yang bisa diambil lewat semua Persebaya Store di Surabaya dan sekitarnya,” ujarnya.

Loket pembelian, kata pria yang akrab disapa dengan Cak Tulus tersebut, dibuka pada Rabu 3 November pukul 19:27 WIB dan ditutup pada Sabtu 6 November pukul 19:27 WIB, dengan satu harga Rp 19.270. Seluruh dana hasil pembelian tiket langsung masuk ke rekening Persebaya.

“Jadi akan digunakan sepenuhnya untuk kepentingan Persebaya terutama bonus bagi skuad Persebaya saat melawan Arema FC di Stadion Manahan Solo, 6 November nanti,” imbuhnya.

Dirinya juga menegaskan, gerakan moral ini bersifat tidak memaksa dan bukan karena Persebaya sedang krisis keuangan.

Melainkan, murni panggilan nurani demi mendukung tim kebanggaan di tengah pandemi.

“Tetap dukung Persebaya dari rumah, sampai situasi benar-benar terkendali, sampai Persebaya benar-benar berlaga di kandang sendiri, dan uang tiket hanya ke Persebaya, bukan ke yang lain,” terangnya.

“Hal ini juga menjadi suatu perlawanan terhadap operator kompetisi, PT LIB yang ingin mengeruk keuntungan dengan meraup semua hasil penjualan tiket dengan dalih sebagai panitia penyelenggara.”

“Operator liga memang sedang merencanakan sejumlah pertandingan, termasuk pertandingan Persebaya yang boleh dihadiri langsung oleh pendukungnya di stadion. Mirisnya, harga tiket tidak murah, juga tidak mengalir ke kantong Persebaya,” tuntasnya.

Sementara itu, Alex Tualeka, Asisten Manajer Persebaya Surabaya, menambahkan, pada prinsipnya dari manajemen mengapresiasi inisiatif ini.

Karena memang gerakan ini tidak banyak dilakukan suporter suporter di Indonesia.

“Mungkin kalau di luar negeri ada tapi di Indonesia jarang. Ini bentuk konkrit dukungan mereka kepada tim kebanggan. Jadi tiket proses pembelian tiket itu sama dengan yang mereka lakukan, beli lewat aplikasi yang sudah disediakan.”

“Hasil pembelian itu akan mereka dapat barcode, kemudian akan ditukar dengan kartu lewat Persebaya Store,” jelasnya.

Bedanya, lanjut Alex, para suporter hanya membeli tiket tapi tidak datang ke stadion. Bentuk kartunya itu akan dipublikasikan di official persebaya.

“Sekarang lagi proses desain dan memang akan sama momentum hari pahlawan. Cenderung ke City of Heroes. Sebagai Kota pahlawan dan pengabdiannya untuk Persebaya,” tuturnya.

“Kami sangat berterima kasih dan respect dengan gerakan moral yang dibangun oleh teman-teman suporter. Kami melihat sisi positifnya adalah bentuk penciptaan budaya baru di dunia sepak bola. Apa pun itu tidak akan mampu dan tidak akan mungkin menghentikan cinta mereka kepada tim,” lanjutnya.

Ia juga berharap, gerakan tersebut akan menjadi bola salju yang akan dicontoh oleh Persija dan tim tim lainnya di Indonesia

“Karena bonek ini selalu jadi lokomotif perubahan, di tengah pandemi mereka selalu melakukan kegiatan positif dan itu menjadi semacam bola salju yang dicontoh oleh suporter yang lain,” pungkasnya.