Badak Lampung FC Disebut Diduga Terlibat Pengaturan Skor, Balafans Desak PSSI Usut Tuntas

Balafans geram dengan adanya dugaan pengaturan skor dalam pertandingan Liga 2 2021.

Terlebih, Badak Lampung FC disebut-sebut sebagai tim yang juga masuk dalam pengaturan skor saat melawan Perserang Serang dengan hasil 4-1.

Koordinator Lapangan Balafans Kori Andrian mengatakan pihaknya menerima laporan dugaan pengaturan skor dari PSSI.

“Ada dugaan pengaturan skor yang dilaporkan klub Perserang yang diduga dilakukan oleh beberapa pemain dan pelatih Perserang yang menjalin kerja sama untuk pengaturan skor dengan pihak luar yang membuat Perserang kalah saat bertanding melawan RANS Cilegon FC, Persekat Tegal, dan Badak Lampung,” kata Kori Andrian, Rabu (3/11/2021).

Terkait adanya nama Badak l Lampung FC yang disebut, pihaknya
menuntut kepada komisi disiplin PSSI untuk segera mengusut tuntas.

“Sehingga ini benar-benar terbuka jika memang ada oknum dari Badak Lampung yang bermain pengaturan skor
Kami mohon untuk diberi sanksi seberat-berat nya,” jelas Kori.

Sementara itu, Manajemen Badak Lampung FC menegaskan tidak terlibat kasus match fixing atau pengaturan skor tim Perserang Serang.

Itu seusai tim berjuluk Singa Ndaru menyebut ada lima pemain dan satu pelatihnya diduga ikut terlibat dalam aksi kotor tersebut.

Media Officer Badak Lampung FC, Imam Rizaldi mengatakan, pihaknya telah mengonfirmasi manajemen Perserang, pasca ramainya rilis resmi mengungkapkan telah terjadi pengaturan skor di beberapa pertandingan Grup B Liga 2 2021. Termasuk saat menghadapi Badak Lampung FC.

“Kalau dilihat lagi (rilis) mereka tidak menyebutkan tim, tapi hanya ada indikasi pengaturan skor dari pihak luar waktu kita lawan Perserang. Kita tidak ikut terlibat,” ujar Imam.

Imam menuturkan, Laskar Saburai sejatinya tidak ada hubungan apapun terkait permasalahan indikasi pengaturan skor Perserang Serang saat melawan Rans Cilegon FC, Persekat Tegal, dan Badak Lampung FC.

Sebagaimana disampaikan dalam rilis Perserang Serang, lima pemain berinisial EDS, FE, EJ, AS, AIH dan pelatih PW disebut-sebut diminta untuk mengalah oleh pihak luar yang masih menjadi misteri.

Manajemen telah memecat para terduga pelaku secara tidak hormat.

“Ini yang dituduhkan pun bukan dari satu tim atau siapa, tapi adanya campur tangan pihak luar di beberapa pertandingan tersebut,” ujar Imam. ( Tribunlampung.co.id / Kiki Adipratama )