Bursa Transfer Liga 1 2021/2022 Dibuka pada Akhir Putaran Pertama

PT Liga Indonesia Baru (LIB) mengungkapkan bahwa bursa transfer paruh musim Liga 1 2021/2022 baru dibuka pada akhir putaran pertama yang akan berlangsung di pertengahan Desember mendatang.

Kabar ini diungkapkan oleh Manajer Kompetisi Liga 1, Asep Saputra yang mengatakan bahwa untuk bursa transfer sebenarnya ada perubahan.

Sebelumnya bursa transfer Liga 1 dijadwalkan akan berlangsung pada akhir Oktober lalu.

Namun, Asep mengatakan bahwa sudah ada perubahan yang dilakukan oleh PSSI dan pihak penyelenggara kompetisi yakni LIB.

Pria asal Jawa Barat itu mengatakan bahwa pihak PSSI juga sudah melaporkan ke FIFA terkait perubahan bursa transfer tersebut.

“Sebenarnya ada update, mungkin belum di update di FIFA. Kalau yang 29 Oktober itu adalah skema kita Kick-off tangal 9 Juli sebenarnya. Kan kalau begitu putaran keduanya pasti 29 Oktober,” ujar Asep kepada awak media termasuk BolaSport.com beberapa waktu lalu.

“Tapi kemarin PSSI sudah submit ke sana untuk bisa dibuka sekitar tanggal 15 desember. Itu singkron dengan punya kita akhir putaran pertama. Jadi itu sudah di update,” ucapnya.

Menurutnya hal itu dilakukan juga sesuai jadwal kompetisi, karena kompetisi saat ini baru berlangsung pada pekan kesepuluh.

“Jadi tidak lucu juga kalau 29 dibuka tapi kita masih week ke 10-11. Jadi kami sesuaikan dengan kompetisi karena memang normalnya begitu,” kata Asep.

“Pas putaran pertama selesai itulah masa setiap klub bisa melakukan transfer,” ujarnya.

Lebih lanjut, terkait dengan waktunya sendiri dipastikan akan mulai dari 15 Desember 2021 dan berakhir pada 12 Januari 2022.

Bahkan dengan rencana ini, menurutnya ada keuntungan untuk tim karena nantinya waktu bursa transfer akan sama dengan negara Eropa.

Sebab di Eropa akan ada bursa transfer musim dingin, sehingga apabila klub Liga 1 ingin mendatangkan pemain asing lain bisa dilakukan.

“Maksimal 4 minggu waktunya. Itu kalau itungannya 15 Desember berarti bisa berhenti di tanggal 12 Januari 2022,” ujarnya.

“Kalau diperiode Januari itu juga bisa dilihat. Di eropa kan juga selalu dibuka Januari. Jadi kalau ada transfer dari eropa ke sini pun bisa.”

Tetapi Asep menjelaskan bahwa semua klub tetap harus mematuhi aturan yang ada dari FIFA.

Agar lebih rinci, Asep pun menjelaskan secara lengkap bagaimana proses pendaftaran untuk pemain dalam bursa transfer.

“Kami kan banyak pendaftaran pemain. Kemarin pembukaan Liga 1 dan nanti ada yang kedua,” tutur Asep.

“Dan Liga 2 juga ada yg pertama dan sekarang yang kedua sudah dibuka sampai tanggal 4 November. Nanti ada yang ketiga sebelum putaran 8 besar.”

“Tapi ada satu regulasi FIFA yang harus di mengerti bahwa seorang pemain profesional itu dalam satu musim dia maksimal 3x terdaftar tapi hanya dua kali boleh bermain, di dua klub.”

“Misalnya Hanif, bermain di Liga 1 dia main di klub Persija, diputaran kedua dia pindah ke Bali United. Terus tiba2 dia pidah ke Liga 2 atau tim lain sudah tidak bisa karena dia sudah dua kali dalam satu musim.”

“Kalau yang gampang Liga 2 ini, putaran pertama di klub A, putaran kedua di klub B, tiba-tiba klubnya lulus dan mau direkrut lagi klub yang agak besar. Ini dia sudah tidak bisa karena maskimal dua kali dalam satu musim.”

“Contoh Osas, ketika di Bhayangkara FC dia sudah main belum di laga resmi. Klu dia belum bermain walaupun di cadangan. Dia bisa, karena itungannya play dulu. Makanya bisa tiga klub tapi main di dua tadi,” ujarnya.