Kantongi Bukti, PSSI Panggil Manajemen Perserang Soal Dugaan Kasus Pengaturan Skor

Pihak Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) mengumpulkan bukti-bukti terkait dugaan pengaturan skor yang melibatkan mantan pelatih dan mantan pemain Perserang, klub Liga 2.

Sekjen PSSI Yunus Nusi, mengatakan PSSI sudah memiliki bukti-bukti untuk kemudian akan diserahkan kepada Komisi Disiplin.

“Bukti-bukti sudah di tangan kami,” kata dia, kepada awak media termasuk BolaSport.com, pada Sabtu (30/10/2021).

Pihak PSSI sudah menandatangani surat untuk mengundang dan memanggil manajemen Perserang yang membuat pengaduan sekaligus pemain yang menurut Perserang melakukan pengaturan skor.

“Bukti-bukti sudah kami serahkan ke Komdis dan nanti akan dipanggil yang pertama melaporkan.
Insya Allah pada tanggal 10, dari manajemen Perserang bisa datang ke PSSI untuk menjalani pemeriksaan,” ujarnya.

Yunus Nusi menjelaskan jika bukti awal sudah dikumpulkan, selanjutnya akan dilaksanakan proses penyelidikan untuk kasus ini.

Selain itu, dia berjanji praktik pengaturan skor semacam ini akan ditangani secara serius karena merusak nilai sportivitas dalam sepak bola.

“Buktinya itu hanya chat. Kami serahkan ke Komdis. Kami juga tidak bisa sampaikan detailnya di sini.

“Nanti kita lihat saja apa yang dilakukan Komdis. Insya Allah secepatnya karena Ketua Umum meminta kami untuk menjadikan kasus ini prioritas karena sudah mencoreng sepak bola kita,” tegasnya.

Selanjutnya, setelah menyerahkan bukti ke Komisi Disiplin PSSI, kemungkinan masalah ini juga akan diselidiki oleh Satgas Antimafia Bola.

“Kami serahkan dulu ke Komdis, lalu kemungkinan Satgas.”

“Mana ranah sepak bola dan mana ranah pidana kami serahkan ke Komdis,” kata Yunus Nusi.

Terkait sanksi, Yunus Nusi dengan tegas mengatakan jika terbukti ada praktik pengaturan skor, maka pelaku akan mendapatkan hukuman tidak boleh terlibat di sepak bola Indonesia seumur hidup.

“Semalam kami langsung mengadakan meeting dengan Komdis untuk menyiapkan bukti dan merespons apa yang terjadi. Ketum sudah perintahkan untuk memberikan hukuman maksimal.”

“Maksimalnya kalau sudah terbukti adalah seumur hidup. Pelaku tidak bisa berkecimpung lagi di Indonesia. Semua yang terlibat di dalamnya,” pungkas Sekjen PSSI.

Jika dugaan pengaturan skor yang dilaporkan klub Perserang Serang terbukti, maka pelaku dipastikan akan mendapatkan hukuman seumur hidup.

Untuk diketahui, Liga 2 sempat mendapatkan sorotan setelah Perserang Serang mendepak pelatih kepala dan lima pemainnya terkait praktik pengaturan skor.

Keenam orang tersebut diduga menjalin kerja sama dengan pihak luar yang membuat Perserang kalah saat bertanding melawan RANS Cilegon FC, Persekat Tegal, dan Badak Lampung.

Keputusan tegas ini disampaikan oleh manajer Perserang, Babay Karnawi, sebagai upaya mendukung integritas sepak bola Indonesia.

Setelah menemukan bukti, pihaknya segera melaporkan kepada PSSI agar kasus ini segera diusut tuntas.