I Gede Sukadana Dicoret PSMS Medan, Posting: Selamat Pagi Dunia Tipu-tipu

Jelang putaran kedua Liga 2 2021, PSMS Medan mencoret 7 pemain termasuk I Gede Sukadana, eks pemain Kalteng Putra.

Setelah namanya dicoret dari skuad PSMS Medan yang akan mengikuti putaran kedua Liga 2 2021, Gede Sukadana yang pernah merumput bersama Kalteng Putra, menulis status menggelitik di akun medsosnya.

Gede Sukadana yang beberapa waktu lalu bersuara lantang saat Kalteng Putra ditetapkan sebagai tuan rumah putaran pertama Liga 2 2021 itu menulis: Selamat pagi dunia tipu-tipu.

Tidak jelas maksud dan tujuan postingan Gede Sukadana tersebut.

Pencoretan pemain yang berposisi sebagai gelandang bertahan itu cukup mengejutkan.

Selama membela PSMS Medan, meski hanya bermain tiga kali, penampilan Gede Sukadana terbilang baik.

Di putaran pertama, dia memang hanya bermain tiga kali bersama Ayam Kinantan, julukan PSMS Medan, di laga ketiga terkena kartu merah.

Karena itu Gede Sukadana tidak bisa diturunkan saat menghadapi PSPS Pekanbaru dan Sriwijaya FC.

Dia dicoret dari skuad PSMS, Jumat 29 Oktober 2021.

Usai dicoret, Gede Sukadana langsung kembali ke kampung halamannya dengan naik pesawat, Sabtu (30/10/2021) pagi.

Sementara pemain yang masih dipertahankan PSMS Medan berangkat menuju Pekanbaru, untuk menjalani putaran kedua.

Di bandara Sultan Mahmud Badaruddin II, I Gede Sukadana membuat postingan di instastory.

“Selamat pagi dunia tipu-tipu,” tulisnya, dengan tag lokasi sedang di bandara menanti flight.

Mantan pemain Kalteng Putra dan Bali United itu juga memposting ulang story Gusti Lubis, yang isinya kurang lebih sama.

Pada postingan di story Gusti Lubis ada foto I Gede Sukadana di sana, seperti sedang interview.

Foto itu disertai dengan tulisan, “dunia ini emang tipu-tipu semua, Cak. Kalau nggak kita yang jadi korbannya, mungkin kita tersangkanya.”

Keputusan manajemen PSMS Medan mencoret Gede Sukadana dan 6 pemain lainnya langsung memantik reaksi suporter Ayam Kinantan dengan mengirim pesan di akun instagram PSMS.

Adapun tujuh pemain yang dicoret tersebut adalah Nanang Asripin, Gusti Sandria, I Gede Sukadana, Mamadou Hady Barry, Herlian Laksono, Eka Hera, dan Rizky Sena.

Ada ratusan komentar di postingan itu, yang didominasi kritikan kepada manajemen PSMS Medan.

Pencoretan ini memang sangat mengagetkan para pecinta Ayam Kinantan.

Betapa tidak, Gusti Sandria yang sama sekali belum pernah diturunkan, ikut dicoret.

Eka Hera, Risky Sena, Hady Barry baru sekali dimainkan tapi juga langsung dicoret.

Nanang Asripin yang sudah berpengalaman juga jarang diturunkan.

Sementara itu Gusti Sandria, di akun instagram terpantau memposting sejumlah dukungan yang mengalir kepadanya.

Para fans mendoakan agar ke depan pemain yang lahir di Lubuk Pakam 6 Agustus 1995 itu mendapat klub yang lebih baik ke depan.

Sementara Herlian Laksono memposting salam pisah kepada PSMS.

“Matursuwun @official_psmsmedan sukses selalu,” tulis dia.

Sekretaris Umum PSMS, Julius Raja kepada pers membenarkan ada tujuh pemain yang dicoret dari skuad asuhan Ansyari Lubis.

Dari ketujuh tersebut, ada yang performanya kurang memuaskan dan ada juga terkait masalah lainnya.

“Ada tujuh pemain dicoret. Ada yang performanya kurang menggembirakan, ada juga karena masalah lain,” ujar dia, Minggu (31/10/2021).

“Mereka sudah kembali ke daerah masing-masing. Saat ini rombongan berangkat ke Pekanbaru,” lanjut Julius Raja.

Kabar yang santer beredar, selain mencoret tujuh pemain, PSMS Medan juga merekrut pemain baru, satu d antaranya adalah Titus Bonai.