Persik segera Umumkan Pelatih Baru, Bantah Ingin Jual Saham

Persik Kediri sudah melakoni tiga pertandingan di seri 2 Liga 1 2021–2022. Tim masih dipimpin pelatih karteker Alfiat. Dari tiga laga bersama Alfiat, Persik menelan dua kekalahan dan meraih satu kemenangan. Persik memberhentikan Joko Susilo sebagai pelatih pada akhir seri 1.

’’Pelatih baru mungkin sudah bisa datang pada seri kedua ini,’’ kata Media Officer Persik Anwar Bahar Basalamah kepada Jawa Pos.

Menurut dia, manajemen sudah melakukan komunikasi dengan tiga pelatih. ’’Dua merupakan pelatih asing, satu lainnya pelatih lokal,” lanjutnya.

Ketika menanti kehadiran pelatih anyar, tim berjuluk Macan Putih itu diisukan menjual sebagian sahamnya sebesar 40 persen. Sumber koran ini menginformasikan bahwa saham tersebut sudah laku terjual. Pembelinya berasal dari Bangka Belitung.

Jawa Pos kemudian melakukan konfirmasi kepada Presiden Persik Abdul Hakim Bafagih. Melalui sambungan WhatsApp, dia menjawab soal isu tersebut. Bagaimana tanggapannya?

’’Tidak tepat, Mas. Tidak ada (penjualan saham),’’ kata Hakim singkat. Dia memastikan Persik masih dalam kondisi bagus sehingga tidak ada alasan untuk menjual saham klub.

Soal adanya isu yang bergulir, Hakim menganggap itu hal biasa. ’’Isu itu biasa terjadi di dunia sepak bola,’’ tambahnya.

Dia meminta seluruh jajaran manajemen, pelatih, dan pemain tetap bekerja dengan maksimal. Sebab, Persik harus bisa menjauh dari zona degradasi. Mereka ingin Macan Putih tetap bertahan di Liga 1 musim depan.

Saat ini Persik berada di posisi ke-15 dengan delapan poin. Hanya satu setrip di atas zona merah. Di laga pemungkas, mereka kalah 0-1 oleh Persela Lamongan (25/10). Nah, Persik menganggap laga itu berjalan tidak semestinya. Kepemimpinan wasit Agung Setiawan dianggap berat sebelah. Beberapa keputusan dianggap merugikan Persik.

Atas hal itu, manajemen langsung bergerak cepat. ’’Kami melayangkan protes kepada kepemimpinan wasit. Surat sudah dikirim hari ini (kemarin),’’ kata Media Officer Persik Anwar Bahar Basalamah kepada Jawa Pos.