PSSI Sebut Sanksi yang Diberikan ke Kapten Tim Badak Lampung FC Sudah Sesuai Aturan

PSSI tegaskan sanksi yang diberikan kepada Kapten tim Badak Lampung FC sudah sesuai dengan mekanisme aturan yang ada.

Hal ini diungkapkan oleh Sekjen PSSI Yunus Nusi Kamis (28/10/2021).

Yunus memastikan sanksi yang diberikan kepada pemain tersebut sudah sesuai aturan.

Hal itu dikatakan Yunus terkait sanksi skorsing yang diterima pemain Badak Lampung FC Talaohu Abdul Musafri.

Kapten tim Badak Lampung FC itu dijatuhkan sanksi larangan bermain enam pertandingan dan denda Rp 50 juta oleh PSSI.

Pasalnya, TA Musafri dinilai mengucapkan kata-kata kasar dan tidak pantas kepada wasit.

Yunus mengatakan, PSSI memang sudah banyak mengeluarkan sanksi kepada pemain, pelatih, dan wasit baik di Liga 1 dan Liga 2 2021.

Sanksi tersebut diberikan bukan tanpa dasar, melainkan sudah sesuai mekanisme aturan yang ada.

“Pemberian sanksi oleh PSSI ini dalam sepak bola mekanismenya jelas. Ada yang mengawasi jalannya pertandingan,” kata Yunus Nusi, Kamis (28/10/2021).

Dijelaskannya, Komite Disiplin PSSI selalu mengawasi setiap pertandingan.

Mereka merekam dan mencatat semua kejadian, termasuk tindakan pelanggaran yang dilakukan baik oleh pemain, wasit, maupun pelatih.

“Kita ada operator di sana, ada pengawas pertandingan, dan di sana juga semua tercatat dan terekam. Jika ada pelanggaran, termasuk wasit, perangkat pertandingan, pelatih, semua tercatat dan terekam, sehingga kita bisa melihat melalui itu dan semua ada record-nya apa-apa yang terjadi di lapangan,” beber dia.

Untuk itu, dia menegaskan sanksi yang diberikan oleh PSSI tidak ada unsur subjektivitas.

“Jadi tidak ada subjektivitas. Kita melihat bahwa ketika ada kesalahan, komdis akan mengambil keputusan sesuai dengan aturan yang ada,” tandas Yunus Nusi.

Disanksi 6 Laga

Talaohu Abdul Musafri diganjar larangan bermain enam pertandingan dan denda Rp 50 juta.

PSSI menjatuhkan sanksi tersebut karena TA Musafri dinilai mengucapkan kata-kata kasar dan tidak pantas kepada wasit.

Saat dikonfirmasi, Manajer Badak Lampung FC Henry Arifianto membenarkan sanksi tersebut.

Sejauh ini, kapten tim Badak Lampung FC itu sudah absen dalam dua pertandingan, yakni saat melawan RANS Cilegon dan Perserang Serang.

“Iya benar, absen enam kali pertandingan dan denda Rp 50 juta. Tapi kita masih akan ajukan banding,” kata Henry, Kamis (28/10/2021).

Henry menuturkan, manajemen Badak Lampung FC masih mempertanyakan sanksi yang diberikan oleh PSSI tersebut.

Menurutnya, sanksi tersebut diberikan tanpa melalui mekanisme peradilan oleh Komite Disiplin (Komdis) PSSI.

“Jadi mau kita pertanyakan juga. Yang menyayangkan lagi, dari komdis kita gak disidang tatap muka. Tau-tau langsung vonis,” jelas Henry Arifianto.

Sementara itu, Musafri mengaku tak mengetahui pasti apa yang menjadi penyebab ia mendapat sanksi tersebut.

“Ya makanya bingung juga,” kata Musafri.

Perbaikan Gaya Permainan

Setelah bertanding melawan Perserang Serang, kini Badak Lampung FC melakukan latihan intensif untuk memperbaiki cara permainan.

Menurut pelatih Badak Lampung Ruddy William Keltjes akan ada banyak pekerjaan rumah (PR) yang harus dibenahinya agar Laskar Saburai makin kuat

Coach Ruddy pun tengah meracik skema permainan skuat Badak Lampung FC agar tampil lebih baik.

Satu diantaranya, ia ingin merubah gaya bermain anak asuhnya.

Mulai dari lini pertahanan, kerjasama pemain, hingga finishing untuk mencetak gol.

Menurutnya, lini ke lini dari skuat Laskar Saburai harus dibenahi.

Seperti kerjasama tim, finishing dan juga man to man marking (satu lawan satu).

“Banyak PR. Ini pekerjaan berat untuk saya, tapi saya senang,” kata Coach Ruddy, Rabu (27/2021).

Kendati demikian, Ruddy mengaku siap meracik skema permainan skuat Badak Lampung FC agar tampil lebih baik.

Eks Pelatih Persipura Jayapura ini mengungkapkan, dia juga pernah pengalaman menangani tim ‘kejepit’ seperti Badak Lampung FC.

“Saya pegang tim kondisi kejepit seperti ini bukan pertama kali, dulu saya pernah bawa tim seperti Jepara, Persebaya, tapi toh juga lolos dan bisa masuk ke divisi utama,” kata Coach Ruddy.

Mantan Asisten Pelatih Tim Nasional Indonesia ini juga optimistis Badak Lampung FC akan kembali melenggang ke Liga 1.

“Dan kemenangan ini awal yang bagus untuk saya mudah-mudahan kedepan yang terbaik,” ujar Ruddy.

Rudy William Keltjes Jadi Pelatih

Coach Rudy William Keltjes menjadi pelatih Badak Lampung FC. Rudy William Keltjes merupakan pelatih senior yang telah malang melintas di dunia sepak bola tanah air.

Rudy juga dikenal sebagai pelatih senior yang fokus membina dan melahirkan pemain muda.

Rudy William Keltjes juga pernah menjadi bagian penting dalam Skuat Garuda.

Disadur dari berbagai sumber, Pelatih yang lahir di Situbondo, 12 Februari 1952 ini sudah pernah melatih di sejumlah klub besar.

Di antaranya, Lampung Putera, Niac Mitra, Bentoel Galatama, Mitra Surabaya, Aceh Putera, Persebaya Surabaya, Persipura Jayapura, Persisam U-21 dan PSM Makassar.

Ia pernah membawa Persisam U-12 menembus final ISL U-21 2012 sebelum takluk ditangan Persela Lamongan U-21 via drama adu penalti

Rudy menghapus kegagalannya itu dengan membantu tim Kalimantan Timur meraih emas cabang sepak bola di PON Riau 2012.

Empat tahun kemudian, Rudy membawa Sumatera Selatan menembus semifinal PON Jawa Barat 2016.

Di level tim nasional, Rudy pernah menjadi bagian penting skuad Garuda.

Kini, Rudy menangani Badak Lampung FC.

Sebagaimana diketahui Coach Ruddy William Keltjes gantikan Budiarjo Thalib jadi Pelatih Badak Lampung FC.

Manajer Badak Lampung FC Henry Arifianto membenarkan jika Manajemen telah menunjuk pelatih baru untuk skuat Laskar Saburai.

Namun, pihaknya belum mengumumkan secara resmi.

“Iya (benar) jadi pelatih baru, tapi belum kita umumkan secara resmi, nanti kita umumkan,”kata Henry Arifianto, Minggu (24/10/2021).

Henry menuturkan, saat ini Badak Lampung FC tengah fokus melakukan latihan untuk menghadapi Perserang 26 Oktober 2021 pekan depan.

Coach Ruddy, kata dia, sudah mulai memberikan materi latihan untuk menghadapi Perserang.

Dia sudah berkomunikasi dengan asisten pelatih sejak pekan lalu terkait materi permainan Badak Lampung FC.

Dipertandingan kelima ini, Badak Lampung FC menargetkan kemenangan.

“Iya kita sedang fokus untuk pertandingan kelima ini (lawan Perserang), head coach juga sudah komunikasi dengan asisten pelatih dari kemarin. pokoknya ini harga mati kita harus menang,” ujar Henry.

Henry berharap, dengan bergabungnya Coach Ruddy bisa membawa Badak Lampung FC lebih baik.

“Pokoknya mau gak mau suka gak suka dari manajemen sih harus menang,” ujar Henry. ( Tribunlampung.co.id / Kiki Adipratama )