Tumbang dari Madura United, Persiraja Punya Segudang Masalah

Persiraja Banda Aceh telah melewati tujuh pertandingan terakhir tanpa kemenangan secara beruntun di BRI Liga 1 2021/2022. Terbaru, Laskar Rencong ditekuk dengan skor tipis 1-2 oleh Madura United dalam pekan kesembilan di Stadion Manahan, Solo, Rabu (27/10/2021) sore.

Dua gol Madura United merupakan hasil kontribusi dari winger Bayu Gatra (26’) dan striker Rafael Silva (62’). Sedangkan satu gol balasan Persiraja Banda Aceh disumbang Husnuzhon yang lahir pada menit ke-52.

Tujuh pertandingan beruntun tanpa kemenangan tentu saja hasil buruk. Apalagi, enam di antaranya berakhir dengan kekalahan. Hasil ini tentu saja sangat tidak diharapkan oleh pelatih Persiraja, Hendri Susilo.

“Menilik selesai laga ini, anak-anak sudah berjuang maksimal dan bekerja keras, mengerahkan daya dan upaya. Ternyata, kami belum bisa memenangkan pertandingan ini. Hasil ini tetap belum memenuhi yang kami inginkan,” kata Hendri setelah pertandingan.

Pelatih Persiraja Banda Aceh berusia 55 tahun itu menyebutkan timnya memiliki masalah yang beragam sehingga sulit bangkit. Mental bertanding masih menjadi problem yang belum berhasil dipecahkan oleh tim asal Aceh itu.

“Persiraja ini banyak masalah. Pertama, saya mau psikologis dan mental pemain agar bisa meningkatkan kepercayaan diri. Lalu, masalah (lainnya adalah) tim cukup minimalis, sulit mengubah taktik karena sumber saya juga sangat terbatas,” ucap Hendri.

“Sulit. Apalagi, dengan waktu terus menerus bermain (jadwal padat), ini masalah. Saya juga mesti berhitung perjalanan, latihan juga. Artinya, saya mau tidak mau, apapun itu tim ini harus tetap kondusif,” imbuhnya.

Jadwal padat BRI Liga 1 sebenarnya adalah masalah semua kontestan. Mereka harus bermain sekitar 3-5 hari sekali, bahkan seminggu bisa dua pertandingan. Tapi, masalah Persiraja memang lebih dari itu dengan materi pemain yang kurang mumpuni.

Persiraja mengandalkan banyak pemain lokal Aceh untuk mengarungi BRI Liga 1. Sebut saja Husnuzhon, Subhan Fajri, Agus Suhendra, Iftiqar Rizal, Ramadhan, Al Fasyimi, Fakhrurrazi Quba, Defri Rizki, Nazarul Fahim, hingga kapten Mukhlis Nakata.

Kebanyakan dari mereka belum berpengalaman tampil dalam kompetisi kasta teratas. Alhasil, mereka sulit membendung serangan tim lawan yang banyak mengandalkan pemain yang sudah paham dengan ketatnya persaingan BRI Liga 1.

Hasil ini tetap membuat Persiraja berada di posisi juru kunci alias dasar klasemen sementara. Mereka hanya mengoleksi empat poin dari sembilan laga, tercatat baru menang dan imbang sekali, sedangkan tujuh sisanya kalah.