Respon PT LIB Terkait Suporter Kecewa Harga Tiket Liga 1 Mahal dan Rencana Bisa Diturunkan

Direktur Utama Baru (), berbicara soal harga tiket .

Seperti diketahui, PSSI dan telah membahas soal Liga 1 yang boleh dihadiri penonton.

Pembahasan itu dilakukan setelah pemerintah memberi lampu hijau untuk Liga 1 yang boleh dihadiri penonton.

Dalam pembahasan kehadiran penonton ke stadion, tentu tak lepas dari harga tiket yang akan dijual nantinya.

PT LIB sebagai operator kompetisi sebelumnya telah mengungkapkan bahwa harga tiket Liga 1 bisa melonjak daripada kompetisi sebelum-sebelumnya.

Sebelumnya PT LIB mengungkapkan bahwa harga tiket Liga 1 melonjak hingga Rp 250 sampai yang termahal menyentuh Rp 1 juta.

Dengan kabar itu, tentu saja para sepak bola cukup terkejut karena hal itu bukan hanya naik dua kali lipat,

Tetapi berkali-kali lipat, sebab sebelumnya harga tiket Liga 1 hanya dibandrol dari Rp 25 ribu hingga Rp 150 ribu.

Akhmad Hadian Lukita sebelumnya mengatakan bahwa harga tiket bisa naik tersebut tentu dengan adanya benefit yang akan didapatkan penonton.

Menurutnya, benefit yang didapatkan yakni soal tes antigen, hand sainitizer, masker hingga yang lainnya.

Pria asal Jawa Barat itu mengatakan bahwa dalam situasi pandemi Covid-19 ini yang terpenting adalah bagaimana tetap menjaga kesehatan semua pihak.

Oleh karena itu, dengan diperbolehkannya menonton ke stadion secara langsung pun dipersiapkannya pula segala kemungkinan.

Namun, agar tak terjadinya hal buruk atau klaster baru dari sepak bola, maka harga tiket dinaikkan karena penonton akan menerima benerfitnya juga.

“Kita harus mulai berpikir, bahwa yang penting berpikirnya soal keselamatan dulu. ”

“Jadi saya tidak mau ada klaster baru gara-murah murah,” ujar Akhmad Hadian kepada BolaSport.com, Selasa (26/10/2021).

Menurutnya, hanya karena murah saja tidak cukup karena akan banyak resiko yang diambil.

Jadi agar semua pihak tetap aman dan tak terjadi masalah yang tak diinginkan menurut Hadian harga tiket mahal lebih baik.

“Tidak ada pemeriksaan, tidak ada keamanan, malah ada klaster baru dan itu liganya malah di hentikan. Jadi arahnya ke sana,” ucapnya.

Terkait harga tiket bisa diturunkan atau tidak, PT LIB masih mendiskusikan hal itu.

Menurutnya hal itu masih dalam pembahasaan karena keputusan itu tak bisa diambil begitu saja.

Harus ada pertimbangan soal tes antigen yang menjadi hal wajib, hingga pengaturan penjualan tiket yang sedikit membutuhkan waktu lebih lama.

Hal ini karena, PT LIB merencanakan untuk tempat duduknya nanti akan diatur sesuai dengan nomor yang ada di kursi masing-masing.

Hal ini dilakukan agar saat ada yang dinyatakan positif, PT LIB bisa langsung melakukan tracking dan tracing.

Untuk itu, baginya haarga tiket memang akan mahal, tetapi PT LIB akan menjamin keamanan dan kenyamanan penonton dari awal datang hingga pulang.

“Ya kita bisa lihat dari dulu harga tiket kan segitu-segitu saja,” kata Hadian.

“Tapi kan kenyamanan dan keamanannya juga kan kami agar ragu. Kami malah mau buat kalau bisa ini jadi tontonan keluarga,” tuturnya.

Berita Terkait