Reaksi Paul Munster Soal Ketertarikan Cardiff City

Pelatih asal Irlandia Utara, , diberitakan masuk bursa transfer pelatih baru dari klub kasta kedua Liga Inggris, Cardiff City. Saat ini, klub berjuluk Blue Birds tersebut berstatus tanpa manajer, setelah memecat Mick McCarthy.

Masuknya nama Munster sebagai salah satu kandidat Cardiff berawal dari kicauan seorang jurnalis Inggris bernama Will Unwin. Rumor ini disebut sebagai ‘sayap kiri’, alias tidak biasa, namun Vincent Tan selaku pemilik Cardiff memang ingin berinovasi.

Merebaknya rumor ini sempat mendapat respons dari , selaku COO Bhayangkara. Sosok yang juga Komisaris Besar Polisi itu menuturkan bahwa dirinya turut bangga Munster dilirik klub luar, namun tetap ingin sang pelatih menjaga komitmennya.

Saat ini Bhayangkara mampu menduduki pucuk klasemen dengan 22 poin, dari sembilan pertandingan. Rentetan hasil bagus Bhayangkara ini diharapkan terus berlanjut, apalagi setelah tim mampu comeback usai menelan kekalahan perdana musim ini.

Munster menanggapi rumor dirinya dibidik Cardiff selepas laga melawan , yang berakhir 2-1 untuk Bhayangkara. Bagi mantan pelatih timnas Kepulauan Vanuatu tersebut, yang paling penting saat ini adalah meraih hasil terbaik bersama The Guardian.

“Saya tidak tahu berita tersebut datang dari mana. Yang jelas, sekarang saya fokus ke Bhayangkara FC karena berita dari media kadang benar, kadang salah,” beber pelatih muda berusia 39 tahun ini.

“Hal yang bagus sebenarnya karena bisa diketahui bekerja di sini [Indonesia, Bhayangkara FC]. Tapi, saya tidak mau sampai ada gangguan untuk pekerjaan yang sedang saya jalani di sini,” jawabnya menegaskan fokus untuk Bhayangkara.

Sejauh ini, Bhayangkara menjadi tim yang paling banyak menang dengan tujuh kemenangan. Mereka hanya imbang satu kali, dan baru merasakan kalah pada pekan ketujuh, ketika menghadapi . Seperti biasanya, Bhayangkara menjadi kandidat kuat juara.

Terkait kemenangan atas Borneo, Munster senang anak asuhnya bangkit pada babak kedua. Mereka sempat tertinggal 1-0 hingga babak pertama selesai, karena gol dari . Tapi pada babak kedua, setelah laga tertunda lama karena kondisi lapangan di kala hujan, Bhayangkara mampu bangkit.

“Itu seperti dua pertandingan yang berbeda, di babak pertama kami main bagus. Tapi ekspetasinya harus lebih tinggi dibanding hasil babak pertama. Anak-anak menjalankan dengan sangat baik, ketika menyerang atau bertahan.”

“Hasil ini menunjukkan mental kemenangan yang sangat bagus dari para pemain.”

Berita Terkait