Diundur Malam, Laga Pamungkas PSMS Medan vs Sriwijaya FC, Ini Penyebabnya

Panitia pertandingan merilis penyesuaian jadwal pertandingan laga kelima (laga terakhir) babak penyisihan pertama liga 2 grup A antara PSMS Medan versus Sriwijaya FC di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring Palembang, Kamis (28/10/2021).

Jadwal jam pertandingan yang seyogyanya digelar pukul 18.15 dan rencana disiarkan langsung melalui O Channel mengalami menundaan waktu atas permintaan host broadcaster.

“Ya seperti tertera di rilis circular penyesuaian jadwal pertandingan minggu kelima grup A laga PSMS Medan versus Sriwijaya FC disesuaikan menjadi pukul 20.30 dan disiarkan langsung oleh stasiun televisi Indosiar,” kata Media Officer SFC Yopie Cipta Raharja selaku Local Media Officer babak penyisihan pertama liga 2 grup A, Selasa (26/10/2021).

Kedua tim yang hendak bertanding sama-sama telah menyatakan kesiapannya untuk menuntaskan dan mengakhiri babak penyisihan pertama liga 2 grup A yang telah lima pekan berlangsung di Palembang.

Selanjutnya keenam klub grup A ini akan melanjutkan laga babak penyisihan keduanya dengan tuan rumah PSPS Pekanbaru bertanding di Stadion Kaharuddin Nasution, Pekanbaru Riau.

• Tak Hanya Irfan Bachdim, Top Skor PON Papua Ricky Ricardo Jadi Target Incaran Sriwijaya FC

Tak mau larut dalam euforia setelah menang empat laga beruntun sebelumnya, pelatih kepala Sriwijaya FC Nil Maizar yang pernah memperkuat tim SK Benesov saat bermain di Liga 2 Cekoslowakia, benua Eropa pada era 1990-an, mengingatkan fokus menghadapi laga pamungkas ini. .

“Sebenarnya semua pemain yang membahayakan gawang kita kan, kita jaga ketat. Satu-satunya yang membahayakan pasti dijaga ketat,” ungkap pelatih kelahiran Payakumbuh (Sumbar) 2 Januari 1970.

Ada pemain naturalisasi PSMS Medan, Mamadou Hary Barry yang baru bisa tampil setelah mengantongi ITC dari federasi sepakbola Hongkong ini meski masih belum bisa maksimal untuk membungkam PSPS pada laga PSMS beberapa hari lalu.

Seperti diketahui, Mamadou Hady Barry merupakan pemain naturalisasi kelahiran Guinea yang telah menandatangani kontrak bersama klub PSMS sebelum bergulirnya kompetisi Liga 2 musim 2021.

“Memang itu untuk pemain naturalisasi perlu kita perhitungkan juga karena dia kan pemain cukup banyak pengalamannya di arena sepakbola Indonesia di liga 1 dan liga 2. Kan dia main di liga 1 cukup banyak,” kata Nil yang mantan Pelatih Timnas Indonesia.

Namun bukan hanya pemain naturalisasi ini saja yang masuk dalam perhatian Nil yang lama mengarsiteki Semen Padang. Pelatih yang memelihara berewoknya ini pun setidaknya sempat menyebut dua pemain PSMS lainnya.

“Selain dia kan banyak, ada Ghozali M Siregar, Rachmad Hidayat harus kita waspadai. Jangan kita lengah,” kata eks pelatih PS TIRA.

Dengan kemenangannya empat kali beruntung, Sriwijaya FC semakin kokoh di puncak klasemen dengan perolehan 12 poin dari empat kali tanding belum terkalahkan.

Sedangkan posisi KS Tiga Naga masih tertahan di posisi kelima dengan perolehan masih 2 poin dari empat kali tanding.

Runner-up masih ditempati PSPS Pekanbaru dengan raihan 7 poin dari empat kali tanding.

Di susul tempat ketiga PSMS Medan dan Semen Padang FC di tempat ke empat sama-sama mengantongi 5 poin hanya beda selisih gol.

Posisi juru kunci masih tempati Muba Babel United dengan hanya baru 1 poin.

Sementara pelatih kepala PSMS, Ansyari Lubis bertekad berjuang maksimal menghadapi Sriwijaya FC pada laga pamungkas babak penyisihan pertama liga 2 grup A untuk mengejar ketertinggalan poin.

“Ketika kita lawan Sriwijaya FC mau tidak mau kita harus berjuang semaksimal mungkin itu peluang kita terakhir untuk survive mengejar ketertinggalan kita di klasemen nanti. Saya kira itu,” ungkap Ansyari Lubis.

Meski didera kekalahan 1-0 dan posisi Runner-up grup A Liga 2 direbut PSPS Pekanbaru, pelatih kepala PSMS, Ansyari Lubis masih bersabar dan menyebut bukanlah kiamat buat tim berjuluk Ayam Kinantan ini.

“Saya harapkan kekalahan ini bukan kiamat buat kita. Kalau kita bisa bangkit, itu yang sangat baik buat kita. Tapi tanggungjawab saya sebagai pelatih,” ungkap Ansyari Lubis pada Preskon usai pertandingan, Rabu (20/10).

Dengan kekalahan yang dialaminya, PSMS yang mengantongi 5 poin harus turun di peringkat ketiga.
Ditempel Semen Padang di peringkat keempat yang sama-sama mengantongi 5 poin.

Kekalahan hari ini jelas kurang memuaskan juga bagi pemain maupun tim PSMS Medan yang selama ini merupakan klub diunggulkan.

“Tapi ini bukan akhir segalanya. Masih ada beberapa pertandingan lagi. Ini menjadi evaluasi kami untuk lebih baik lagi untuk mendapat hasil maksimal lagi,” terangnya.

Sementara PSPS menyalip ke Runner-up dengan 7 poin berusaha mengejar pimpinan klasemen yakni Sriwijaya FC dengan 9 poin dari 3 pertandingan.

Sementara peringkat kelima ada KS Tiga Naga dengan mengantongi 2 poin. Terakhir Muba Babel United bertahan di juru kunci dengan perolehan 1 poin dari empat pertandingan.

“Yang pasti dengan kekalahan ini pasti kita bergeser ke urutan ketiga. Dan juga kalau tim lain bisa memenangkan pertandingan mereka juga semakin ketat dengan kita. Artinya sebuah hal yang merugikan buat kita terutama dengan hasil yang kalah 1-0 akibat ini paling tidak perjuangan kita semakin berat,” terang pelatih yang akrab disapa Uwak.

Pelatih kelahiran Tebingtinggi 29 Juli 1970 mengaku pemain naturalisasi PSMS Medan, Mamadou Hary Barry yang baru bisa tampil setelah mengantongi ITC dari federasi sepakbola Hongkong ini masih belum bisa berbicara untuk membungkam PSPS.

“Karena kita main mengejar ketertinggalan, kota fokusnya Baru itu bisa dapat bola. Tetapi ekspektasi yang kita harapkan tidak keluar dari Baru. Itu dari segi teknis,” jelasnya.

Seperti diketahui, Mamadou Hady Barry merupakan pemain naturalisasi kelahiran Guinea yang telah menandatangani kontrak bersama klub PSMS sebelum bergulirnya kompetisi Liga 2 musim 2021.

Namanya pun telah didaftarkan jauh hari sebelum penutupan pendaftaran pemain. Di sisi lain pemain andalan PSMS Medan, Rahmad Hidayat masih diragukan tampil akibat cedera yang dialaminya saat lawa Semen Padang. Tim pelatih bisa bisa memastikan Rahmad turun meskipun kondisinya berangsur pulih. (Abdul Hafiz)