Harga Tiket Selangit: Termurah Rp 250 Ribu, Suporter Keberatan

dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) berniat menghadirkan penonton dalam lanjutan BRI . Mau tahu harganya? Estimasinya antara Rp 250 ribu-Rp 1,5 juta. Mahalnya harga tiket dikeluhkan publik bola Kota Bengawan.

Sebagai catatan, Solo didapuk jadi host seri kedua BRI Liga 1, sekaligus babak penyisihan Grup C Liga 2. Pasoepati sebagai pendukung setia mengaku harga tersebut di luar akal sehat.

“Sebetulnya, ingin menikmati sepak bola secara langsung. Bernyanyi mendukung tim kesayangannya dari atas tribun. Tapi kalau harga tiketnya paling murah Rp 250 ribu, ya sangat keberatan,” keluh Presiden DPP Pasoepati Maryadi “Gondrong” Suryadharma, kemarin (24/10).

Wajar suporter mengklaim nominal yang dibanderol kemahalan. Karena situasi saat ini masih pandemi Covid-19.

“Sepak bola itu olahraga kaum menengah ke bawah. Kalaupun situasi pandemi sudah normal, harga tiket segitu masih berat. Lain cerita kalau hanya Rp 50 ribu-Rp 100 ribu per-match. Semoga harga tiket lebih bersahabat,” imbuhnya.

PSSI masih mempertimbangkan estimasi harga tiket pertandingan. Penentuan harga masih dalam tahap penyesuaian, analisa, dan survei.

“Terima kasih kepada pemerintah karena sepak bola ada penonton lagi. Sepakbola tanpa penonton itu hambar. Akan kami kaji, survei, dan analisa lebih dulu,” ujar Ketua Umum (Ketum) PSSI saat pemaparan di hadapan Menteri Pemuda dan Olahraga () Zainudin Amali, kemarin.

Pria yang akrab disapa Iwan Bule ini menambahkan, harga tiket masih dalam batas kewajaran. Karena banyak benefit yang akan didapat penonton. Di antaranya, mendapat peralatan protokol kesehatan (prokes) seperti masker, hand sanitizer, tes antigen, makanan dan minuman, serta lainnya.

Sementara itu, Menpora Zainudin Amali memahami kesulitan yang akan dihadapi PSSI ketika ada penonton. Dia berharap wacana ini harus disosialisasikan terlebih dulu. Baik kepada klub maupun penonton.

“Ini penting. Karena dalam situasi new normal, menonton di stadion itu tidak seenak ketika keadaan normal. Saat ini harus ada social distancing, memakai masker, harus swab antigen, dan lain-lain,” ungkapnya. (nik/fer/dam)

Berita Terkait