Cerita Asnawi Mangkualam Sempat Gagal Seleksi Timnas Indonesia Karena Dicoret Ayahnya

Bek , Bahar berbagi cerita bagaimana ia pernah gagal lolos seleksi timnas U-14 Indonesia.

Asnawi Mangkualam saat ini menjadi salah satu bintang sepak bola Indonesia yang paling mencuri perhatian.

Bagaimana tidak? Asnawi Mangkualam menjadi salah satu pemain andalan timnas Indnonesia saat ini.

Baik di ataupun strata usia yakni timnas U-23 Indonesia.

Pemain asal Liga Korea Selatan, Ansan Greeners itu memang menjadi salah satu andalan pelatih timnas Indonesia, Shin Tae-yong saat ini.

Pemain asal Makassar itu selalu masuk dalam jajaran pemain yang dipanggil untuk memperkuat timnas Indonesia.

Bukan hanya pada saat era Shin Tae-yong, tetapi saat ataupun U-23 Indonesia saat ditangani oleh ia juga menjadi salah satu pemain andalan.

Namun, siapa yang menyangka bahwa pemain berusia 22 tahun itu memiliki perjalanan yang tidak mudah.

Asnawi berbagi cerita bahwa pada dasarnya ia sempat gagal lolos seleksi timnas U-14 Indonesia.

Ia menceritakan bahwa gagal dalam seleksi timnas U-14 yang mana saat itu digelar di Makassar.

Asnawi gagal seleksi saat sang ayah menjadi tim seleksi bersama beberapa pelatih saat itu.

Seperti diketahui, sang ayah Bahar Muharram, merupakan seorang legenda sepak bola Makassar yang memperkuat pada awal dan akhir kariernya sebagai pesepak bola.

Kemudian Bahar Muharram melanjutkan karier menjadi pelatih dan mendirikan sekolah sepak bola (SSB) Hasanuddin.

“Dulu pernah seleksi timnas U-14 di Makassar. Salah satu tim seleksinya adalah ayah saya sendiri bersama Listyadi,” ujar Asnawi sebagaimana dikutip dari YouTube PSSI, Minggu (24/10/2021).

“Waktu itu ayah saya baru buka sekolah dan saat itu ayah ditunjuk sebagai tim seleksi timnas U-14, di antar provinsi Makassar. Ada Nurhidayat juga,” ucapnya.

Meski sang ayah menjadi tim seleksi, tetapi Asnawi tidak diloloskan begitu saja.

Asnawi bahkan mengaku sempat menanyakan alasan kenapa ia tak diloloskan dalam seleksi timnas U-14.

“Tapi waktu itu saya tidak lolos seleksi. Kan ayah saya sebagai salah satu tim seleksi, sampai rumh pun saya tanya, kenapa saya tidak lolos,” kata Asnawi.

“Dan ayah saya menjawab katanya ‘kamu harus kerja keras lagi. Di timnas tidak butuh pemain yang dikenal sebagai siapa, tapi kamu harus sebagai pemain yang bagus, kuat, dan pekerja keras’.”

Jawaban dari sang ayah itu, bahkan membuatnya sempat terdiam karena ia masih belum pada penampilan terbaiknya.

Namun, kegagalan itu membuat Asnawi mengaku lebih termotivasi untuk bekerja keras.

Walaupun ia mengaku sempat tidak percaya karena tidak lolos seleksi.

Tetapi karena motivasi dan semangat yang terus diberikan oleh kedua orang tuannya membuat Asnawi berhasil bangkit.

“Waktu itu saya sempat berpikir, apa aku masih bisa menjadi pemain sepak bola kalau seperti ini terus,” tuturnya.

“Ibu saya kasih suport terus, dan ayah saya selalu memberi saya motivasi saat diluar jam latihan dan melakukan latihan tambahan.”

Asnawi mengaku kerja keras yang dilakukannya selama bertahun-tahun itu akhirnya berbuah hasil.

Meski sempat gagal seleksi timnas U-14, ia berhasil bangkit karena bisa menjadi lebih baik.

Bahkan ia berhasil membangun karakter bermainnya yang kuat di lapangan hijaupun terbentuk begitu saja hingga saat ini.

Pemainan cepat, kuat, dan berani menjadi karakter milik Asnawi hingga saat ini.

“Beberapa tahun kemudian ada seleksi lagi di Makassar dan itu U-17, dan waktu itu aku baru lolos seleksi dan dari Makassar ada tiga orang ke Jakarta,” ujarnya.

“Dan dari situ Alhamdulillah saya kepilih itu di Myanmar. Saya sama Abimanyu dan banyak teman-teman yang ada di sini (timnas senior) juga. Di situ Indonesia keluar sebagai runner-up. “

Sementara itu, saat Asnawi sendiri tengah sibuk memperkuat timnas Indonesia yang rencananya akan menghadapi 2022.

Timnas Indonesia dijadwalkan akan menghadapi Australia pada laga tersebut di Tajakistan pada 27 dan 30 Oktober 2021.

Berita Terkait