Shori Murata Pemain Asing Persiraja Dikartu Merah Bikin Kesalahan Konyol, Hendri Susilo Sebut Fatal

kembali menelan kekalahan saat menjamu pada laga pekan kedelapan 2021.

Bertanding di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Yogyakarta, Sabtu (23/10/2021), Laskar Rencang takluk dua gol tanpa balas.

Dua gol kemenangan FC dicetak oleh M Rafli menit ketujuh dan Carlos Fortes menit 56.

Kekalahan tersebut membuat Persiraja memperpanjang puasa kemenangan dalam enam pertandingan terakhir.

Tim kebanggan warga Aceh ini juga harus terdampar ke dasar klasemen setelah kalah agregat gol dengan .

Pelatih Persiraja, Hendri Susilo menyayangkan beberapa pemain masih kerap melakukan kesalahan.

Salah satu pemain yang menjadi sorotan Hendri adalah .

Gelandang asal Jepang ini masih belum konsisten dan sering membuat timnya kecolongan.

Gol kedua Arema FC yang dicetak Carlos Fortes merupakan buntut kesalahan Shori Murata.

Dia melakukan salah umpan dan bisa diambil Carlos Fortes untuk dikonversikan menjadi gol.

“Tetapi ada kesalahan basic, ini masalah. Tidak ada tekanan dari Arema FC, Shori memberikan umpan ke belakang. Di situ tidak ada kawan,” katanya.

“Dalam sepak bola professional, ini fatal sekali. Pasti nanti akan ada evaluasi,” imbuh Hendri.

Shori Murata juga melakukan blunder lainnya yang mengakibatkan wasit mengeluarkan kartu kuning kedua.

Wasit Sance Lawita melihat Shori Murata tidak melepas jersey selepas ditarik keluar.

Akibat kelalaian tersebut, Shori dipastikan akan absen pada laga pekan selanjutnya.

Sebelumnya, Persiraja sudah kehilangan satu pemain asing sekaligus ujung tombaknya, yakni .

“Saya pikir itu masalah peraturan. Lagi, Shori membuat kesalahan. Saya rasa hal itu patut diganjar kartu,” kata Hendri.

Apakah bisa seorang pemain dikartu merah saat sudah diganti?

Pertama, harus dipahami dulu, pemain tidak boleh melepas bajunya selama pertandingan masih berlangsung dalam situasi apa pun.

Nah, dalam kasus ini, Shori Murata diganjar kartu saat sudah bertelanjang dada.

Kedua, wasit seyogyanya berhak memberi kartu kepada pemain yang sudah diganti, selama si pemain masih ada di Technical Area.

Murata memang masih ada di pinggir lapangan saat melepas baju dan diganjar kartu.

Perkara ini dibahas di Laws of the Game 2021/22 yang digarap IFAB. Tepatnya, pada Law 5 yang mengatur soal wewenang wasit.

“Wasit mengambil tindakan terhadap ofisial tim yang gagal untuk bertindak secara bertanggung jawab dan memperingatkan atau menunjukkan kartu kuning untuk peringatan atau kartu merah pengusiran dari lapangan permainan dan sekitarnya, termasuk Technical Area,” bunyi aturan itu yang juga berlaku untuk pemain.

“Jika pelanggar tidak dapat diidentifikasi, pelatih senior yang hadir di area teknis akan menerima sanksi. Seorang ofisial tim medis yang melakukan pelanggaran pengusiran dapat tetap tinggal jika tim tidak memiliki tenaga medis lain, dan bertindak jika seorang pemain membutuhkan perhatian medis,” lanjut IFAB.

Dalam hal ini, pelakunya jelas adalah Murata. Maka dari itu, wasit memberinya kartu.

Sebelumnya, pelatih Persiraja, Hendri Susilo menilai permainan dkk tidak terlalu mengecewakan

Ia melihat para pemain sudah mulai menujukkan perkembangan positif meski hasilnya tidak sesuai ekspektasi.

“Jalannya pertandingan cukup menarik walaupun kita kalah untuk kesekian kalinya,” ujar Hendri.

“Saya pikir untuk progres tim tetap ada kemajuan tapi apapun hasilnya kita tetap kalah,” lanjutnya.

Hendri Susilo menyayangkan beberapa pemain masih kerap melakukan kesalahan yang tidak diperlukan.

Menurut dia, kesalahan tersebut mengakibatkan Arema FC mendapat lebih banyak peluang untuk melancarkan serangan.

Selain itu, kesalahan penyelesaian akhir juga masih terjadi ketika beberapa kali mendapat kesempatan mengubah papan skor.

“Kekalahan ini terjadi karena masih ada kesalahan-kesalahan individu, tapi saya pikir anak-anak sudah berjuang sekuat tenaga memberikan yang terbaik,” ucap Hendri.

Sementara itu, takluk ditangan Arema FC membuat Persiraja semakin memperpanjang puasa kemenangan dalam enam laga beruntun.

Kebobolan dua gol juga menggeser posisi Persiraja ke dasar klasemen setelah kalah agregat gol dengan Barito Putera.

Dari delapan laga yang sudah dilakoni, hanya mengumpulkan empat poin hasil dari satu menang, satu seri, dan sisanya kalah.

Berita Terkait