Rancangan Harga Tiket dari PSSI Dianggap Sangat Memberatkan Suporter

Rancangan harga tiket yang dipatok dan untuk lanjutan Liga 1 musim 2021–2022 dikritisi suporter.

Harga tiket di kisaran Rp 250 ribu hingga Rp 1,5 juta sangat memberatkan meski dengan biaya sebesar itu penonton bisa mendapatkan berbagai benefit. Di antaranya, peralatan prokes seperti masker dan hand sanitizer, tes antigen, serta food and beverage.

Koordinator mengatakan, harga tiket semahal itu terkesan memanfaatkan kondisi. ”Seperti momentum mencari keuntungan untuk kepentingan sendiri. Apa sih yang ingin didapat suporter? Kan hanya ingin mendapat hiburan,” katanya saat dihubungi Jawa Pos kemarin.

Benefit yang didapat dengan opsi tingginya harga tersebut juga tak lepas dari kritikannya. Masker dan hand sanitizer, misalnya, disebut murah dengan harga yang terjangkau suporter dan bisa dibawa masing-masing yang mau datang ke stadion.

”PCR atau antigen gak perlu. Hanya naik pesawat yang perlu. Masak ke stadion pakai juga. Seperti masuk mal itu lah. Pakai aplikasi PeduliLindungi,” beber pria yang akrab disapa Cak Cong itu.

Sekjen Mustafa juga tidak habis pikir dengan harga tiket yang sangat mahal itu. ”Hahaha, jadi ngakak saya,” katanya.

Menurut dia, pantas operator acak-acakan dalam menata jadwal. ”Karena ternyata banyak benar yang mereka urusin. Ngapain ngurus masker, hand sanitizer, dan segala macam. Itu kan bisa diurus secara pribadi masing-masing. Yang sudah pasti, biayanya tidak sampai jutaan,” ujarnya.

Ketua Umum PP The Jakmania menilai, prakiraan harga tiket yang dipatok pastinya sangat mahal dan bakal memberatkan suporter.

Berita Terkait